JAKARTA (Lentera) - Pada tahun 2026 ini, pemerintah pusat mengungkap total anggaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah mencapai Rp15,3 triliun untuk membiayai sekitar satu juta mahasiswa dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia. Pemerintah menegaskan tidak ada pemotongan anggaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada 2024, 2025, maupun 2026.
"Pada tahun 2026, total anggaran KIP Kuliah mencapai Rp15,3 triliun yang diperuntukkan bagi sekitar satu juta mahasiswa penerima," ujar Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie dalam keterangan resmi di Jakarta, mengutip Antara, Senin (11/5/2026).
Menurut Stella, KIP Kuliah merupakan salah satu investasi strategis pemerintah untuk memastikan akses pendidikan tinggi yang adil, inklusif, dan berdampak bagi masa depan Indonesia.
"Kami di Kemdiktisaintek terus bekerja maksimal agar program ini berjalan sesuai tujuan, yakni memastikan masyarakat dapat mengakses pendidikan tinggi," katanya.
Sementara di tahun 2025, data Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) mencatat Program KIP Kuliah telah menjangkau 1.053.851 penerima manfaat yang tersebar di 516 kabupaten/kota pada 38 provinsi di Indonesia.
Stella menegaskan, isu mengenai pemangkasan anggaran KIP Kuliah tidak benar. Sebaliknya, alokasi anggaran terus meningkat signifikan dalam enam tahun terakhir.
"Tidak ada satu rupiah pun anggaran KIP Kuliah yang dipotong pada tahun 2024, 2025, maupun 2026," tegasnya.
Ia menjelaskan, anggaran KIP Kuliah meningkat dari sekitar Rp6,5 triliun pada 2020 menjadi Rp15,32 triliun pada 2026. Kenaikan tersebut disebut sebagai bukti komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Stella juga mengajak mahasiswa penerima KIP Kuliah untuk ikut menyebarkan informasi yang benar agar tidak muncul persepsi keliru mengenai program bantuan tersebut.
Lebih lanjut, ia menekankan KIP Kuliah tidak hanya sebatas bantuan biaya pendidikan, tetapi juga merupakan bentuk penghargaan negara terhadap prestasi dan potensi generasi muda Indonesia.
Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan masa kuliah secara optimal, baik untuk meningkatkan kompetensi akademik, membangun jaringan, memperkaya pengalaman riset, maupun mengasah kemampuan berpikir kritis.
"Perguruan tinggi adalah tempat terbaik untuk mengenal diri sendiri, menemukan minat, membangun pengalaman bermakna, serta melatih cara berpikir yang sistematis dan solutif," kata Stella.
Salah satu penerima KIP Kuliah, M. Syathibi, mengaku program tersebut sangat membantu dirinya menyelesaikan studi sekaligus mengembangkan prestasi sebagai atlet.
Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala itu mengatakan bantuan KIP Kuliah meringankan beban ekonomi keluarga sehingga ia dapat fokus menjalani perkuliahan.
"Dengan adanya KIP Kuliah ini, saya tidak perlu terlalu memikirkan biaya kuliah. Saya bisa fokus menyelesaikan tugas-tugas kuliah dan terus berprestasi sebagai atlet," ujarnya.
Syathibi menambahkan, dukungan tersebut membuatnya semakin termotivasi untuk menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan prestasi di bidang olahraga.
Editor: Santi




