15 May 2026

Get In Touch

Antisipasi Hantavirus, Bandara Soetta Perketat Skrining Penumpang Internasional

Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. (foto: ist/Ant)
Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. (foto: ist/Ant)

JAKARTA (Lentera) - Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kembali memperketat skrining kesehatan bagi seluruh penumpang perjalanan internasional. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi masuknya Hantavirus ke Indonesia.

Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Soetta, Naning Nugrahini, mengatakan pengawasan kini difokuskan pada deteksi dini penumpang yang berpotensi terpapar Hantavirus.

"Kami di Soekarno-Hatta sudah melakukan kesiapsiagaan. Pertama melalui isian deklarasi kesehatan di aplikasi SatuSehat. Dari situ kami bisa mengetahui apakah ada penumpang yang berisiko atau tidak," ujar Naning di Tangerang, melansir Antara, Senin (11/5/2026).

Diketahui, langkah ini dilakukan menyusul laporan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) terkait 3 penumpang kapal pesiar yang meninggal dunia akibat infeksi virus tersebut.

Selain melalui deklarasi kesehatan digital, seluruh penumpang yang baru tiba dari luar negeri juga akan menjalani pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner dan observasi visual terhadap tanda-tanda penyakit menular.

Apabila petugas menemukan penumpang dengan gejala yang mengarah pada infeksi Hantavirus, BBKK akan melakukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter.

"Kalau dari pemeriksaan memang yang bersangkutan probable, maka kami rujuk ke rumah sakit pusat infeksi untuk penanganan lebih lanjut. Di sana akan dilakukan isolasi maupun pemeriksaan laboratorium," kata Naning.

Bandara Soetta juga telah menyiapkan jalur evakuasi khusus untuk penanganan penyakit menular. Fasilitas tersebut dilengkapi ambulans khusus dengan sistem dekontaminasi untuk mencegah penyebaran virus selama proses rujukan pasien.

"Di ambulans penyakit menular terdapat sistem dekontaminasi, sehingga virus, bakteri, atau kuman yang berasal dari pasien dapat dibersihkan dan tidak menular ke orang lain," katanya.

Naning mengungkapkan, pengawasan ekstra saat ini diberlakukan terhadap penerbangan langsung dari empat negara yang telah melaporkan kasus Hantavirus, yakni Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama.

Menurut dia, daftar negara yang diawasi secara ketat dapat bertambah sewaktu-waktu jika ditemukan laporan baru mengenai penyebaran virus tersebut di negara lain.

"Tidak menutup kemungkinan jika ada negara lain yang teridentifikasi, kami akan menambahkan pengawasan dan melakukan penyesuaian," tutur Naning.

Ia juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan internasional agar tetap waspada dan menjaga kebersihan diri selama perjalanan.

Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.