Pasar Keputran Selatan Lebih Modern Miliki 60 Stand Baru, Area Basah dan Kering Dipisah
SURABAYA (Lentera) -Revitalisasi Pasar Keputran Selatan Surabaya tidak hanya menghadirkan bangunan yang lebih modern, tetapi juga mengubah sistem penataan pedagang agar pasar menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman.
Dalam proyek tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama PT Pasar Surya akan memisahkan area pedagang basah dan kering sekaligus menambah sekitar 60 stan baru di lantai dua pasar.
Direktur Utama PT Pasar Surya Agus Priyo mengatakan penataan zonasi menjadi salah satu fokus utama revitalisasi agar aktivitas perdagangan lebih teratur dan kebersihan pasar lebih terjaga.
“Nanti sudah dipisah antara basah dan kering. Jadi yang kering nanti ya kering, yang basah yang basah. Jadi nanti lebih tertata, lebih nyaman untuk pengunjung dan pedagang,” kata Agus saat mendampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau proyek revitalisasi Pasar Keputran Selatan, Selasa (12/5/2026).
Menurut Agus, selama ini salah satu persoalan di Pasar Keputran Selatan adalah penataan pedagang yang belum rapi, khususnya pada area penjualan unggas dan komoditas basah. Karena itu, melalui revitalisasi ini seluruh aktivitas perdagangan akan diatur berdasarkan jenis dagangan agar sirkulasi pengunjung lebih nyaman dan kondisi pasar lebih higienis.
“Kalau lihat dari petanya tadi, sama seperti yang sebelumnya. Hanya karena sebelumnya yang pedagang ayam ini kurang tertata saja,” ujarnya.
Selain penataan zonasi, revitalisasi juga akan menambah kapasitas pasar melalui pembangunan stan baru di lantai dua. Agus menyebutkan, terdapat sekitar 60 stan tambahan yang disiapkan khusus untuk pedagang baru maupun relokasi pedagang kaki lima (PKL). “Yang tambahan di lantai dua itu perkiraan ada 60 stan,” tambahnya.
Dengan penambahan tersebut, total kapasitas stan di Pasar Keputran Selatan nantinya mencapai 384 unit. Jumlah itu terdiri dari 324 stan existing di lantai satu dan tambahan 60 stan baru di lantai dua. “324 tambah 60, jadi 384. Karena kan 324 yang existing lantai satu, tambah 60 di lantai dua,” jelas Agus.
Ia menambahkan, konsep stan di lantai dua akan dibuat lebih terbuka dengan model los agar lebih fleksibel digunakan pedagang baru. Penataan tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan area perdagangan sekaligus menciptakan wajah baru pasar tradisional yang lebih modern.
Di sisi lain, PT Pasar Surya juga memastikan percepatan pengerjaan revitalisasi terus dilakukan sesuai arahan Wali Kota Eri Cahyadi. Koordinasi dengan kontraktor pelaksana dilakukan agar proyek dapat selesai lebih cepat dari target awal.
“Nanti kami juga akan koordinasi dengan kontraktor pemenangnya yang mengerjakan untuk diselesaikan,” katanya.
Untuk mendukung percepatan proyek, PT Pasar Surya juga akan mengevaluasi jumlah tenaga kerja di lapangan agar progres pembangunan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Tenaga kerja nanti akan kita perhatikan. Karena harus dicantumkan di dalam timeline dan schedule-nya supaya nanti bisa kami kontrol bersama-sama,” tutupnya.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH




