RUPIAH kembali jeblok ke level Rp17.512 per dolar AS, Selasa (12/5/2026). Terendah sepanjang sejarah. IHSG ikut tergelincir ke level 6.858. Guncangan di pasar modal membuat investor asing mulai 'lari'. Net foreign sell tercatat mencapai Rp931,89 miliar dalam sehari. Sepanjang 2026, dana asing yang kabur telah menyentuh Rp38,36 triliun. Tekanan datang dari memanasnya konflik Timur Tengah, terutama di Selat Hormuz, serta meningkatnya permintaan dolar AS sebagai aset aman. Pasar juga menanti hasil rebalancing MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang dinilai dapat memengaruhi aliran modal asing ke Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah dan Bank Indonesia akan melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah dan pasar keuangan. Pelemahan kurs mulai membebani dunia usaha karena biaya impor dan utang valas meningkat. Risiko penahanan ekspansi hingga PHK mulai diperhitungkan pelaku industri. Ekonom pun mengingatkan lonjakan harga minyak mentah dan pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi menambah beban defisit APBN hingga Rp200 triliun. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/13052026.pdf




.jpg)
.jpg)