SURABAYA (Lentera) – Antusiasme ribuan warga yang memadati kawasan Jalan Tunjungan dalam gelaran Surabaya Vaganza Festival of Lights: Garden of Hope 2026, pada Sabtu (16/5/2026) malam mendapat apresiasi dari kalangan DPRD Kota Surabaya.
Kegiatan yang menjadi bagian rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) itu dinilai tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian pelaku usaha kecil dan UMKM.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni mengatakan tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai agenda HJKS seperti Festival Rujak Uleg maupun parade mobil hias Surabaya Extravaganza, menjadi sinyal bahwa warga membutuhkan ruang hiburan yang dapat dinikmati bersama.
“Pemerintah dan masyarakat bersatu, merayakan hari jadi kota yang telah memberikan segalanya. Nuansa kebahagiaan terlihat di tengah beban hidup yang mungkin dirasakan masyarakat,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, sejak pandemi Covid-19 dan adanya kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat, jumlah event hiburan di Kota Surabaya mengalami penurunan cukup signifikan. Padahal, kegiatan hiburan gratis yang digelar pemerintah dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Setiap konser musik pasti menghidupkan pedagang kecil, mulai penjual air mineral hingga pelaku UMKM lainnya. Jadi sekali mendayung, dua tujuan bisa tercapai, masyarakat mendapatkan hiburan dan ekonomi warga ikut bergerak,” paparnya.
Mantan Ketua Komisi A DPRD Surabaya itu juga menilai, derasnya arus informasi di media sosial saat ini membuat sebagian masyarakat mengalami kejenuhan dan tekanan psikologis. Menurutnya, masyarakat membutuhkan ruang sosial untuk melepas penat dari aktivitas sehari-hari.
“Kalau masyarakat yang mampu mungkin bisa datang ke kafe untuk menikmati live music. Tapi bagi warga yang belum mampu, mereka juga butuh ruang hiburan agar kepenatan hidup tidak menumpuk dan memicu disharmonisasi dalam keluarga,” jelasnya.
Ia menambahkan, situasi ekonomi yang terus menjadi perbincangan di media sosial juga kerap memunculkan kecemasan di tengah masyarakat. Apalagi, informasi yang beredar tidak semuanya disampaikan oleh pihak yang memiliki kompetensi memadai.
“Dulu orang bisa bercengkerama santai di warung kopi, sekarang banyak yang sibuk dengan gadget masing-masing. Mungkin masyarakat mulai merasa sepi di tengah keramaian,” tegasnya.
Untuk itu, ia berharap Pemerintah Kota Surabaya kembali menghadirkan berbagai kegiatan hiburan rakyat menjelang peringatan Hari Pahlawan pada November mendatang.
Ia mengusulkan, adanya refleksi nilai kepahlawanan melalui teatrikal perobekan bendera di Hotel Yamato, napak tilas bangunan bersejarah, doa bersama lintas agama, hingga konser musik yang melibatkan band asal Surabaya dari berbagai genre.
“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat Surabaya dan sekitarnya,” pungkasnya.
Reporter: Amanah/Editor: Ais




