SURABAYA ( LENTERA Jeruk selama ini identik sebagai buah paling populer sumber vitamin C. Rasanya segar, mudah ditemukan, dan sering menjadi pilihan utama masyarakat ketika ingin meningkatkan daya tahan tubuh. Saat seseorang mulai merasa kurang fit, flu ringan, atau kelelahan, segelas jus jeruk kerap dianggap solusi sederhana untuk membantu tubuh kembali bugar.
Namun di balik popularitas jeruk, ada buah lain yang ternyata memiliki kandungan vitamin C jauh lebih tinggi, yakni jambu biji. Buah tropis yang mudah ditemukan di Indonesia ini bahkan disebut memiliki kandungan vitamin C beberapa kali lipat lebih besar dibanding jeruk.
Temuan tersebut kembali menjadi perhatian setelah berbagai laporan kesehatan dan data nutrisi menunjukkan tingginya kandungan vitamin C dalam jambu biji. Berdasarkan data Departemen Pertanian Amerika Serikat atau USDA, dalam 100 gram jeruk terkandung sekitar 53 miligram vitamin C. Sementara dalam jumlah yang sama, jambu biji mengandung sekitar 228 miligram vitamin C.
Artinya, kandungan vitamin C jambu biji bisa mencapai lebih dari empat kali lipat dibanding jeruk. Jumlah itu bahkan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian orang dewasa dalam satu kali konsumsi.
Vitamin C sendiri merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Nutrisi ini berperan besar dalam menjaga sistem imun, membantu tubuh melawan infeksi, mempercepat pemulihan luka, serta mendukung pembentukan kolagen yang penting bagi kesehatan kulit, tulang, pembuluh darah, dan jaringan tubuh lainnya.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga daya tahan tubuh, buah-buahan kaya vitamin C semakin banyak dikonsumsi. Terlebih setelah pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu, tren hidup sehat membuat masyarakat mulai lebih memperhatikan asupan nutrisi harian, termasuk vitamin dan antioksidan alami dari buah.
Meski demikian, para ahli gizi menilai masyarakat sering kali hanya berfokus pada jeruk sebagai sumber vitamin C, padahal banyak buah lain yang kandungannya jauh lebih tinggi. Selain jambu biji, buah seperti kiwi, stroberi, pepaya, hingga acerola juga dikenal kaya vitamin C.
Jambu biji sendiri sebenarnya sudah lama dikenal sebagai buah yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Selain kaya vitamin C, buah ini juga mengandung serat tinggi, antioksidan, vitamin A, folat, hingga kalium yang baik untuk tubuh.
Kandungan serat dalam jambu biji membantu menjaga kesehatan pencernaan dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Karena itu, buah ini juga cukup sering direkomendasikan sebagai camilan sehat bagi orang yang sedang menjalani program diet.
Sementara kandungan antioksidannya dipercaya membantu melawan radikal bebas yang dapat memicu kerusakan sel dan mempercepat penuaan. Beberapa penelitian juga menyebut antioksidan pada jambu biji berpotensi membantu menjaga kesehatan kulit dan mengurangi risiko penyakit kronis.
Pentingnya Vitamin C
Dalam sejumlah publikasi kesehatan internasional seperti Harvard T.H. Chan School of Public Health dan Mayo Clinic, vitamin C diketahui berperan sebagai antioksidan penting yang membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif. Vitamin ini juga mendukung fungsi sel imun sehingga tubuh lebih siap menghadapi infeksi.
Tidak hanya itu, vitamin C membantu penyerapan zat besi dari makanan nabati. Karena itu, konsumsi buah tinggi vitamin C sering dianjurkan bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi agar penyerapannya lebih optimal.
Sementara itu, jeruk tetap memiliki keunggulan tersendiri meski kandungan vitamin C-nya lebih rendah dibanding jambu biji. Buah ini dikenal kaya flavonoid dan kalium yang baik untuk kesehatan jantung dan membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
Jeruk juga memiliki kadar air yang tinggi sehingga membantu menjaga hidrasi tubuh. Di negara tropis seperti Indonesia, konsumsi buah dengan kandungan air tinggi dinilai penting untuk membantu tubuh tetap segar dan mencegah dehidrasi, terutama saat cuaca panas.
Selain itu, aroma dan rasa jeruk yang segar membuat buah ini lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak. Tak heran jika jeruk masih menjadi salah satu buah paling banyak dikonsumsi masyarakat di seluruh dunia.
Ahli gizi klinis dari berbagai rumah sakit di Indonesia juga beberapa kali menekankan bahwa kebutuhan vitamin C sebenarnya dapat dipenuhi dari beragam jenis buah dan sayuran, tidak harus dari suplemen. Konsumsi buah segar dinilai lebih baik karena tubuh juga mendapatkan tambahan serat, mineral, dan antioksidan alami.
Selain jambu biji dan jeruk, sumber vitamin C juga bisa ditemukan pada brokoli, paprika, tomat, mangga, nanas, hingga cabai merah. Variasi konsumsi buah dinilai penting agar tubuh memperoleh nutrisi lebih lengkap.
Meski vitamin C memiliki banyak manfaat, para ahli mengingatkan konsumsi berlebihan tetap perlu dihindari. Kebutuhan vitamin C harian orang dewasa umumnya berkisar antara 75 hingga 90 miligram per hari, tergantung usia dan kondisi tubuh.
Tubuh memang akan membuang kelebihan vitamin C melalui urine karena termasuk vitamin larut air. Namun konsumsi berlebihan dalam jangka panjang tetap berisiko memicu gangguan pencernaan seperti diare, mual, atau nyeri perut pada sebagian orang.
Karena itu, pola konsumsi seimbang tetap menjadi kunci utama. Menggabungkan berbagai jenis buah dinilai lebih baik dibanding hanya bergantung pada satu sumber nutrisi saja.
Di Indonesia, jambu biji termasuk buah yang mudah ditemukan dengan harga relatif terjangkau. Buah ini dapat dikonsumsi langsung, dibuat jus, smoothie, salad buah, hingga campuran makanan sehat lainnya.
Popularitas jus jambu biji bahkan meningkat cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak masyarakat memilih minuman ini karena dianggap lebih mengenyangkan dan kaya nutrisi. Beberapa rumah sakit di Indonesia juga kerap memberikan jus jambu kepada pasien untuk membantu pemulihan kondisi tubuh.
Selain jambu merah yang paling umum dikonsumsi, terdapat pula berbagai jenis jambu biji lain seperti jambu kristal yang memiliki tekstur renyah dan biji lebih sedikit. Masing-masing jenis tetap memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi kesehatan.
Di sisi lain, jeruk juga tetap menjadi bagian penting dalam pola makan sehat masyarakat. Beragam jenis jeruk seperti jeruk mandarin, jeruk sunkist, jeruk nipis, hingga jeruk bali memiliki kandungan vitamin dan antioksidan yang bermanfaat.
Dalam beberapa studi yang dipublikasikan media kesehatan internasional seperti Healthline dan WebMD, konsumsi buah sitrus termasuk jeruk disebut dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung berkat kandungan flavonoidnya. Nutrisi tersebut dipercaya membantu mengurangi peradangan dan menjaga kesehatan pembuluh darah.
Kandungan kalium pada jeruk juga penting untuk menjaga fungsi otot dan keseimbangan cairan tubuh. Karena itu, jeruk tetap menjadi pilihan buah sehat yang memiliki banyak manfaat selain vitamin C.(ist/dya)
Perbandingan nutrisi antara buah jeruk dan jambu biji merah per 100 gram:
Vitamin C: Jambu merah mengandung sekitar 183–228 mg, sedangkan jeruk mengandung sekitar 50 mg.
Serat: Jambu merah memiliki 5,4 gram serat, dua kali lipat lebih banyak dari jeruk yang hanya 2,4 gram.
Kalium: Jambu merah menyediakan 417 mg kalium, sementara jeruk menyediakan 181 mg.
Antioksidan: Jambu merah kaya akan likopen (pemberi warna merah), sedangkan jeruk kaya akan hesperidin dan flavanon.
Kandungan Air: Jeruk memiliki kadar air lebih tinggi (sekitar 86%) dibandingkan dengan jambu merah.
Nutrisi Tambahan: Jeruk unggul dalam kandungan asam folat, sedangkan jambu merah unggul dalam kepadatan vitamin A dan zat besi




