GRESIK (Lentera) – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum istimewa bagi Chatour Travel untuk menghadirkan kebahagiaan bagi para santri dan masyarakat Indonesia. Melalui program khusus Umrah Hari Santri Nasional, biro perjalanan ibadah haji dan umrah ini memberangkatkan total 850 jemaah dengan konsep paket terjangkau sebagai wujud khidmah kepada umat.
Sebanyak 433 jemaah diberangkatkan pada Rabu (21/10/2026) melalui penerbangan langsung menggunakan armada Lion Air dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, menuju Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi. Keberangkatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Umrah Hari Santri Nasional yang diselenggarakan Chatour Travel dalam beberapa jadwal perjalanan.
Selain rombongan yang berangkat pada 21 Oktober dengan paket perjalanan 16 hari, Chatour Travel juga memberangkatkan jemaah pada 20 Oktober dengan paket 13 hari. Sementara itu, rombongan berikutnya dijadwalkan berangkat pada 24 Oktober 2026 dengan paket perjalanan 12 hari. Jika seluruh rangkaian tersebut dihitung, total jemaah yang mengikuti program Umrah Hari Santri Nasional tahun ini mencapai 850 orang.
Direktur Chatour Travel, H. Khusaini Basir, mengatakan program Umrah Hari Santri Nasional merupakan agenda tahunan yang pada 2026 memasuki tahun keempat. Setiap tahun, Chatour Travel menghadirkan konsep berbeda, tetapi tetap berpegang pada tujuan utama, yakni menjadikan Hari Santri sebagai momentum kebahagiaan bagi santri dan masyarakat luas.
“Konsep dasarnya adalah bagaimana ketika Hari Santri ini datang, bisa menjadi hari bahagia bagi seluruh santri Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia. Di sinilah Chatour hadir memberikan paket umrah yang bisa dinikmati seluruh masyarakat dengan harga sangat terjangkau dibandingkan paket-paket umrah lainnya,” ujar Basir pada Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, keterjangkauan harga paket Umrah Hari Santri bukan semata-mata strategi pemasaran, melainkan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Untuk mewujudkannya, Chatour Travel mengurangi sejumlah komponen biaya yang dinilai tidak perlu dimasukkan dalam perhitungan paket khusus tersebut.
Kebijakan itu juga didukung oleh pimpinan perusahaan dan jaringan agen resmi. Basir menjelaskan, CEO Chatour Travel menginstruksikan agar margin perusahaan ditekan semaksimal mungkin. Para agen resmi pun secara sukarela menerima kebijakan pengurangan margin demi mendukung terselenggaranya program tersebut.
“Yang kita cari adalah bagaimana membahagiakan santri-santri Indonesia. Karena itu, kami berusaha menekan margin semaksimal mungkin agar paket ini benar-benar bisa dijangkau masyarakat,” katanya.
Berangkat dari Tradisi Pesantren
Basir menjelaskan, komitmen Chatour Travel dalam menyemarakkan Hari Santri tidak terlepas dari latar belakang pendiri dan jajaran manajemen perusahaan yang memiliki basis pendidikan pesantren. Kedekatan dengan tradisi santri menjadi salah satu alasan kuat bagi perusahaan untuk menjadikan peringatan tersebut sebagai agenda yang terus dikembangkan.
Bagi Chatour Travel, Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan kesempatan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang selama ini menjadi fondasi kehidupan pesantren. Nilai tersebut antara lain penghormatan kepada guru dan kiai, kesantunan dalam pergaulan, serta sikap saling menghargai antarsesama.
“Memaknai Hari Santri adalah bagaimana kita mampu mengaplikasikan rasa takzim dan unggah-ungguh. Bagaimana yang muda menghormati yang tua, bagaimana kita bersikap kepada sesama. Intinya, nilai-nilai itulah yang ingin kami angkat kembali,” ungkapnya.
Nilai-nilai tersebut, lanjut Basir, juga berkaitan dengan semangat perjuangan para ulama dan santri yang menjadi bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia. Dalam konteks Resolusi Jihad yang menjadi salah satu landasan historis peringatan Hari Santri, ia menekankan pentingnya menjaga tradisi menghormati dan menaati bimbingan kiai.
Menurutnya, kiai tidak hanya berperan sebagai pengajar ilmu agama, tetapi juga membimbing santri dalam membangun adab, akhlak, dan keistiqamahan dalam menjalani kehidupan. Karena itu, semangat Hari Santri perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang mencerminkan nilai-nilai kepesantrenan.
“Kita harus manut kiai. Kiai adalah orang yang membimbing kita dalam hal adab, keilmuan, dan berbagai hal lainnya. Mereka membimbing kita agar tetap istiqamah di jalan yang dicita-citakan Rasulullah,” tutur Basir.
Konsisten dengan Konsep yang Berbeda
Program Umrah Hari Santri yang dijalankan Chatour Travel telah mengalami sejumlah pengembangan dari tahun ke tahun. Pada 2024, perusahaan memberangkatkan 50 paket umrah gratis bagi para pemenang undian lomba jalan sehat yang diselenggarakan Kementerian Agama Jawa Timur.
Pada tahun-tahun berikutnya, Chatour Travel juga memberikan harga khusus kepada kelompok masyarakat yang selama ini berkhidmat kepada umat. Mereka di antaranya guru Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), guru ngaji, takmir masjid, serta imam masjid.
Basir mengatakan, kelompok-kelompok tersebut memiliki kontribusi penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Melalui pemberian harga khusus yang jauh di bawah harga normal, Chatour Travel berupaya memberikan apresiasi kepada mereka yang selama ini melayani umat.
Adapun pada 2026, perusahaan menerapkan kebijakan harga yang sama bagi seluruh peserta. Tidak ada pembedaan harga berdasarkan latar belakang jamaah, baik santri, kiai, pegawai, maupun masyarakat umum.
“Tahun ini harganya flat. Tidak ada perbedaan, apakah itu orang biasa, santri, kiai, pegawai, atau siapa pun. Semuanya mendapatkan harga yang sama dan menarik,” jelasnya.
Kebijakan tersebut memperlihatkan upaya Chatour Travel untuk menjadikan program Umrah Hari Santri sebagai kesempatan yang terbuka bagi masyarakat luas, bukan hanya kalangan pesantren.
Melalui keberangkatan 850 jamaah pada rangkaian program tahun ini, Chatour Travel berharap semangat Hari Santri dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang memberi manfaat langsung. Perusahaan juga ingin mengajak masyarakat memahami bahwa nilai perjuangan santri tidak hanya dikenang melalui seremoni, tetapi dapat diwujudkan melalui kepedulian, pelayanan, dan pengabdian kepada sesama.
Bagi Chatour Travel, memberangkatkan jamaah umrah dalam momentum Hari Santri Nasional bukan sekadar menyelenggarakan perjalanan ibadah. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi pesantren sekaligus ikhtiar menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT. (*)
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)