24 June 2026

Get In Touch

Maut di Barak Merah Putih (Koran Rabu, 24 Juni 2026)

TRAGEDI  memilukan melanda program berbau militer bentukan pemerintah usai dua peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan tewas. Kedua korban, yakni Anisa Muyassaroh asal Jawa Timur dan Yonanda Muhammad Taufiq, mengembuskan napas terakhir saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) gelombang pertama yang baru dibuka serentak, Rabu, 17 Juni 2026. Almarhumah Anisa dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke (sengatan panas ekstrem) saat berlatih di Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Sementara Yonanda gugur akibat cardiac arrest (henti jantung) di Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatera Selatan. Kematian dua pemuda ini langsung memantik sorotan tajam karena status mereka yang murni warga sipil, bukan calon prajurit. Keduanya merupakan bagian dari total target 35.476 peserta--terdiri dari 30.000 calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)--yang diwajibkan menjalani diklat fisik selama 45 hari. Pendekatan semi-militer untuk urusan ekonomi ini menuai kritik pedas dari pengamat militer karena dinilai tak ada urgensinya. Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menegaskan keselamatan peserta adalah prioritas utama. Pihaknya berkomitmen penuh untuk melakukan investigasi serta evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pelatihan. Haruskah niat mulia membangun ekonomi desa ditebus dengan nyawa di bawah terik barak militer? BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/24062026.pdf

Share:
img
Author

Fitriyanti

Lentera Today.
Lentera Today.