JAKARTA (Lentera) -Para mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia tidak akan memakai jas almamater masing-masing saat menggelar demo di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Depok, Jawa Barat, pada Rabu siang, para mahasiswa tengah berkumpul sebelum berangkat demo bersama.
Tidak ada satu pun mahasiswa yang mengenakan jas almamater kampus masing-masing. Sebagian besar mahasiswa mengenakan pakaian bebas tetapi sopan, di antaranya kaus, kemeja, hingga batik.
Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI Hafidz Hernanda mengatakan, keputusan melepas jas almamater didasari keinginan mahasiswa untuk membangun gerakan yang lebih inklusif bersama masyarakat.
"Kami juga dapat beberapa kritik dan tanggapan dari beberapa kelompok masyarakat bahwa mereka merasa tersegregasi atau tereksklusifkan ketika mahasiswa itu memakai jakun ataupun almamater mereka," ujar Hafidz saat ditemui di lapangan FISIP UI, Rabu.
Oleh karena itu, mahasiswa memilih melepas identitas kampus masing-masing agar dapat turun bersama masyarakat tanpa sekat.
"Maka dari itu, kami melepas almamater, turun bersama-sama, untuk membersamai rakyat seinklusif mungkin," kata dia.
Ketua Departemen Strategis BEM UI Namora Siahaan juga mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil untuk memperkuat persatuan mahasiswa dengan masyarakat.
Keputusan itu juga mempertimbangkan pengalaman dalam demo sebelumnya yang berlangsung pada 20 Oktober 2026.
"Untuk bersatu dengan rakyat yaa melihat keberhasilan di tanggal 20," ujarnya saat dikonfirmasi Kompas melalui pesan WhatsApp, Rabu.
Ia menambahkan, dalam sejumlah aksi, mahasiswa yang tidak mengenakan jaket almamater terkadang diminta polisi keluar dari barisan.
Dengan melepas jaket almamater, mahasiswa berharap dapat bergerak bersama tanpa membedakan asal universitas maupun identitas kelompok.
Mahasiswa optimistis bisa ke Bundaran HI
Selain menjelaskan alasan melepas jaket almamater, Hafidz menyampaikan keyakinannya bahwa massa aksi kali ini dapat mencapai Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, mahasiswa sempat berencana menuju Bundaran HI, tetapi tidak berhasil mencapai lokasi tersebut.
Saat ditanya mengenai antisipasi jika kembali menghadapi hambatan dalam perjalanan, Hafidz enggan membeberkan strategi yang telah disiapkan.
"Ya, kami pede tembus. Antisipasinya saya tidak bisa kasih tahu ke media," kata dia.
Adapun terkait kemungkinan adanya penyekatan oleh aparat kepolisian, Hafidz menegaskan bahwa mahasiswa akan tetap berupaya melanjutkan aksi.
"Ya, kami akan lawan," tuturnya (*)
Editor: Arifin BH




.jpg)