03 November 2026

Get In Touch

Starbucks Jajaki Penggunaan AI untuk Layanan Drive-Thru

Starbucks Jajaki Penggunaan AI untuk Layanan Drive-Thru

SURABAYA ( LENTERA ) - Teknologi kecerdasan buatan disiapkan untuk membantu barista mencatat pesanan lebih akurat dan mempercepat pelayanan. Starbucks juga menjajaki sistem pengenalan pelanggan untuk menghadirkan menu digital yang dipersonalisasi.

Layanan pesan kopi dari balik kemudi atau drive-thru berpotensi mengalami perubahan dengan kehadiran kecerdasan buatan (AI). Starbucks Corp. tengah menjajaki penggunaan teknologi tersebut untuk membantu proses pemesanan, mulai dari pencatatan pesanan hingga penyajian menu digital yang disesuaikan dengan pelanggan.

Chief Executive Officer Starbucks, Brian Niccol, mengatakan perusahaan sedang menyiapkan uji coba model AI yang bekerja di balik layar. Teknologi ini dirancang untuk membantu barista memasukkan pesanan pelanggan secara lebih akurat dan efisien ketika melayani kendaraan yang datang ke gerai.

Menurut dia, penerapan AI diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan sekaligus memberi ruang bagi karyawan untuk lebih fokus berkomunikasi dengan pelanggan.
Dengan dukungan teknologi, barista tidak harus sepenuhnya tersita oleh aktivitas memasukkan pesanan ke sistem. AI dapat membantu proses administratif tersebut, sementara karyawan tetap menjalankan peran dalam memastikan kebutuhan pelanggan terpenuhi.

Starbucks tidak hanya menjajaki AI untuk pencatatan pesanan. Perusahaan juga mengeksplorasi teknologi yang dapat mengenali pelanggan ketika mereka tiba di area drive-thru. Sistem tersebut memungkinkan gerai menampilkan menu digital yang dipersonalisasi dan mempermudah proses pembayaran.

Niccol menegaskan, pengembangan teknologi itu masih berada pada tahap awal. Perusahaan akan menguji dan mengevaluasi penerapannya sebelum memutuskan langkah lebih lanjut.
"Kami masih dalam tahap awal, dan kami akan terus menguji, mempelajari, serta mengembangkan apa pun yang terbukti berhasil," kata Niccol.

Langkah Starbucks mencerminkan upaya jaringan restoran besar memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi layanan. Namun, penerapan teknologi pemesanan otomatis belum sepenuhnya diterima sebagai standar baru industri makanan dan minuman.

Sejumlah perusahaan restoran lain juga telah menguji sistem serupa. McDonald's, misalnya, tengah mengembangkan versi teknologi AI untuk layanan drive-thru. Perusahaan tersebut mengklaim sistem itu berpotensi menghemat puluhan jam kerja di setiap restoran setiap pekan. Waktu yang dihemat dapat dialihkan karyawan untuk mengerjakan tugas lain.

Namun, pendekatan berbeda terlihat pada Burger King. Jaringan restoran cepat saji itu tidak berencana memperluas penerapan sistem pemesanan berbasis AI yang sedang diuji. Salah satu pertimbangannya adalah preferensi pelanggan yang dinilai masih menginginkan interaksi langsung dengan manusia.

Perbedaan langkah tersebut menunjukkan bahwa efisiensi bukan satu-satunya faktor dalam penerapan AI di sektor layanan. Kecepatan dan ketepatan pemesanan perlu berjalan beriringan dengan pengalaman pelanggan. Bagi sebagian konsumen, percakapan langsung dengan petugas tetap menjadi bagian penting dari layanan.

Di Starbucks, pengembangan teknologi ini berlangsung ketika perusahaan berupaya memperbaiki kinerja bisnis melalui peningkatan kualitas gerai, pelayanan pelanggan, dan peluncuran menu baru. Pada Kamis, perusahaan melaporkan laba yang melampaui ekspektasi pasar.

Meski demikian, belum ada kepastian kapan teknologi AI untuk drive-thru tersebut akan diterapkan secara lebih luas. Starbucks masih berada dalam tahap pengujian. Keberhasilan implementasinya akan bergantung pada kemampuan teknologi mendukung pekerjaan karyawan tanpa menghilangkan aspek pelayanan yang menjadi bagian dari pengalaman pelanggan.

Penggunaan AI di gerai kopi bukan semata soal menggantikan pekerjaan manusia dengan mesin. Starbucks justru menguji kemungkinan menempatkan teknologi sebagai alat bantu agar karyawan dapat bekerja lebih efisien, sekaligus menjaga hubungan langsung dengan pelanggan.(far,ist/dya)
 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.