
PALANGKA RAYA (Lenteratoday) – DPRD Kota Palangka Raya menunjukan eksistensinya ditengah masyarakat. Mereka turun untuk mengetahui secara pasti kondisi-kondisi masyarakat secara langsung dan menampung keinginan mereka.
Tidak main-main, wakil rakyat ini turun bersama Lurah, perwakilan RT/RW dan tokoh masyarakat. Mereka berdiskusi untuk menyerap segala keluhan, masukan serta saran bagi pembangunan di Kota Cantik. Pimpinan rombongan Dapil II, Riduanto mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan, hal yang menjadi sorotan masyarakat adalah kondisi saluran drainase primer yang melintasi Jalan Beliang.
Pasalnya, saluran drainase tersebut kerap meluap dan menggenangi jalan serta perumahan masyarakat sekitar, apabila hujan turun dengan intensitas tinggi. Tidak hanya warga sekitar, lanjutnya, masyarakat umum yang melintasi ruas Jalan Beliang juga merasa terganggu karena cukup tingginya genangan air.
“Masyarakat di Kelurahan Palangka, seperti pada masa reses sebelumnya, masih mendambakan adanya pembenahan infrastruktur di wilayah masing-masing. Mulai perbaikan jalan maupun saluran drainase pemukiman. Semuanya sudah kita tampung dan segera disusun untuk disampaikan kepada pemerintah kota. Saat ini, kita melihat satu hal yang menjadi perhatian kita semua yakni saluran drainase primer Jalan Beliang. Kita tinjau secara langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat,” jelas Riduanto.
Saat memantau langsung kondisi drainase bersama sembilan anggota dewan lainnya, diakui Riduanto, drainase tersebut memang sudah waktunya dilakukan pembenahan. Karena telah terjadi sedimentasi dan pendangkalan dasar drainase, kurang lebarnya saluran, dan beberapa titik yang tersumbat sampah serta tumbuhan.
“Saluran drainase primer dari Jalan Yos Sudarso, Jalan Bromo, Jalan Rinjani, Komplek Amako, Komplek UPR, hingga Komplek Perumahan Polda Kalteng semuanya bermuara melalui saluran drainase primer Jalan Beliang. Bisa kita bayangkan tingginya debit air dari seluruh saluran tersebut pada saat hujan lebat, pasti menyebabkan luapan air. Ini harus segera dibenahi sebelum berdampak pada infrastruktur yang lain,” beber Politisi PDI Perjuangan ini.
Pada tahun anggaran selanjutnya, ia berharap Pemerintah Kota Palangka Raya melalui instansi teknisnya bisa segera melakukan pembenahan di saluran drainase tersebut. Baik itu melakukan pengerukan dasar saluran dengan menggunakan excavator ataupun melakukan pelebaran dan pembuatan siring untuk mencegah abrasi pada sisi saluran.
“Masyarakat memang yang paling dirugikan dengan kondisi infrastruktur yang belum memadai. Kedepannya hasil reses dan masukan dari masyarakat ini bisa menjadi perhatian pemerintah kota, khususnya keberadaan saluran drainase primer agar mampu berfungsi sebagaimana mestinya mengalirkan air menuju sungai. Bukan justru menyebabkan genangan air yang mengganggu dan berbahaya bagi aktivitas masyarakat,” kata Riduanto.(adv/ST1)