
SURABAYA (Lenteratoday) – Pemerintah melakukan berbagai usaha untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tak ketinggalan, DPRD Jatim juga turut berusaha dengan cara memohon pada Tuhan melalui istighosah dan doa bersama yang akan digelar pada 11 Februari 2021 mendatang.
Sekretaris DPRD Jatim, Andik Fadjar Tjahjono mengatakan upaya batin ini sebagai bentuk keseimbangan dari berbagai upaya pemerintah sebagai usaha lahir. “Usaha lahir sudah dilakukan, sehingga sebagai orang yang beragama tentu sudah sepatutnya juga melakukan upaya batin dengan meminta pertolongan dari Tuhan Yang Maha Kuasa agar pandemi Covid-19 ini segera berlalu,” katanya.
Lebih lanjut dia menandaskan, istighosah dan doa bersama ini merupakan ide dari Pimpinan DPRD Jatim beberapa waktu lalu. Mereka meminta supaya ide tersebut segera direalisasikan. “Meminta pada kami untuk mempersiapkan pelaksanaannya,” tambah Andik, Jumat (22/1/2021).
Andik menjelaskan, dalam rapat penyiapan pelaksanaan istighotsah membuahkan kesepakatan bahwa pelaksanaan istighisah dan doa bersama pada Kamis (11/2/2021) petang setelah sholat maghrib. Rencananya, acara tersebut akan menggunakan lobby DPRD Jatim karena ruangannya terbuka dan cukup memuat sekitar 50 orang.
Dalam acara tersebut, hanya akan mengundang 50 orang saja. Hal ini terkait dengan protokol kesehatan. Sedangkan untuk anggota DPRD Jatim yang tidak hadir maupun karyawan sekretariat DPRD Jatim bisa menggunakan fasilitasi zoom meeting atau siaran langsung Indrapura TV.
Terkait dengan undangan, Andik mengatakan bahwa sampai saat ini masih mematangkan siapa saja yang akan diundang, termasuk siapa yang akan memimpin istighosah. “Nanti akan dikonsultasikan lebih dulu kepada pimpinan DPRD Jatim,” katanya.
Selain istighotsah, lanjut Andik DPRD Jatim juga akan menggelar doa bersama setiap minggu di mushalla DPRD Jatim. "Soal hari dan waktu pelaksanan akan kita rapatkan lagi. Yang terpenting, dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini selain usaha lahir kita juga perlu ikhtiar batin melalui doa kepada Allah SWT bagi yang beragama Islam," pungkasnya. (ufi)