05 April 2025

Get In Touch

Bentuk Satgas Covid Internal, SD Percobaan 2 Malang Patuhi Protokol Kesehatan

Siswa kelas 6 melaksanakan pembelajaran tatap muka persiapan ujian pada selasa (20/4/2021).
Siswa kelas 6 melaksanakan pembelajaran tatap muka persiapan ujian pada selasa (20/4/2021).

MALANG, (Lenteratoday) - Minggu percobaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) telah dimulai sejak Senin lalu (19/4). Penerapan protokol kesehatan diharapkan bisa mencegah terjadinya penyebaran, meski siswa masuk sekolah. Walikota Malang Drs. Sutiaji, sempat melakukan peninjauan di beberapa sekolah, diantaranya yakni SMP Negeri 6 Malang, SD Muhammadiyah dan SDN Kauman.

Lenteratoday.com mencoba untuk kembali melihat suasana belajar mengajar di salah satu sekolah tersebut, yakni SMPN 6 Malang, pasca kunjungan Walikota, namun humas sekolah tidak mengizinkannya. Pihak sekolah melalui humas mereka berpendapat, apresiasi dari Walikota Malang sudah cukup jadi modal untuk melaksanakan kegiatan PTM.

Tidak mudah menemukan tempat cuci tangan di sekitar sekolah tersebut. Hanya ada satu pengukur suhu di depan pintu gerbang dan 1 botol hand sanitizer yang dijaga oleh satpam sekolah.

Berbeda dengan SDN Percobaan 2 Kecamatan Sukun. Begitu masuk gerbang, pengunjung akan segera disarankan untuk mencuci tangan. Banyak wastafel untuk mencuci tangan dan beberapa alat pengukur suhu di depan pintu masuk sekolah. Beberapa guru juga berjaga di titik-titik tertentu untuk mengawasi siswa-siswi agar tidak saling berdekatan dan tetap menjaga jarak.

Kepala sekolah SDN Percobaan 2 Kecamatan Sukun Siti Saqdiyah, S.pd.SD, MM,. menjelaskan, sekolahnya memang sangat ketat dalam menjalankan protokol kesehatan, saat ditemui pada Selasa (20/4/2021). Hal ini karena ia ingin agar walimurid dan siswanya merasa aman dan nyaman meski harus melakukan kegiatan pembelajaran luring.

“Kami membentuk satgas covid sendiri, yang berkewajiban memantau dan mengawal murid-murid setiap berkegiatan di dalam sekolah,” kata Siti. Ada 31 personil dalam satuan tugas covid internal sekolah yang dibagi menjadi 8 tim. Mulai dari tim pengontrol suhu badan hingga tim kontrol anak tangga.

“Kita ingin benar-benar terapkan protokol kesehatan, karena kita juga ingin menjaga anak-anak kita agar tetap aman,” lanjutnya. Ada 350 anak yang mengikuti PTM dalam sekolah dasar tersebut, pembagian jam juga diterapkan guna menghindari kerumunan yang besar. “Total keseluruhan siswa kami ada 700-an dari kelas 1 sampai kelas 6, namun sesuai SE Walikota kami hanya menghadirkan 50 persen di tiap kelas,” papar Siti.

Ada pembagian tempat duduk di tiap kelas, selain satu bangku hanya dihuni satu orang siswa. Pihak sekolah juga memastikan bangku yang dikenakan bukanlah bangku bekas siswa lain yang masuk lebih awal. “Jadi kalau soal bangku kita juga perhatikan, jaraknya bisa dilihat sendiri, selain itu karena kelas kita bagi jadi 2 sesi, maka untuk bangku sendiri, kami bedakan, bangku untuk anak yang masuk pagi tidak sama dengan anak yang masuk siang,” jelasnya.

Pembelajaran luring untuk pertama kali setelah setahun menjalani kelas daring ini mendapat sambutan yang cukup beragam. Ratna Sari, salah satu wali murid SDN Percobaan 2 berpendapat bahwa kegiatan pembelajaran tatap muka ini sangat digemari anaknya. “Ini tadi anaknya tak tanyai anaknya seneng gituloh soalnya sudah lama kan gak sekolah,” ujar Ratna.

Sebagai orang tua ia merasa tenang karena pihak sekolah sudah mensosialisasikan penerapan SOP saat pembelajaran tatap muka. “Kan ini gurunya sudah vaksin semua ya terus kalau anak-anak di dalam kelas itu harus di mejanya masing-masing gak boleh kesana kemari, gak boleh megang sana-sini gitu loh jadi saya percaya-percaya aja sih,” lanjutnya.

Meski mengaku was-was, pihak sekolah akan terus berupaya untuk menerapkan SOP Protokol kesehatan demi keselamatan. Di sisi lain, sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk berjalannya kegiatan belajar mengajar, demi mengejar optimalisasi pembelajaran anak didiknya. Pembelajaran tatap muka bukan soal izin orang tua wali murid semata, ada resiko yang harus jadi pertimbangan lebih jauh oleh pemerintah. (ree)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.