05 April 2025

Get In Touch

Gubernur Pastikan 12 Mahasiswa asal Jatim di Wuhan Baik-Baik Saja

Gubernur Pastikan 12 Mahasiswa asal Jatim di Wuhan Baik-Baik Saja

Surabaya – Merebaknya Virus Corona dari Wuhan, China membawa kekhawatiran tersendiri. Pasalnya ada 12mahasiswaasal Jatim yang sedang menempuh pendidikan disana. Namun demikian, Gubernur JawaTimur, Khofifah Indar Parawansa memastikan mereka berada dilokasi aman.

Keberadaan para mahasiswa asal Universitas NegeriSurabaya (Unesa) tersebut dalam rangka beasiswabahasa Mandarin di Central China Normal University (CCNU), di Wuhan. Khofifah menandaskan, mereka semua ada di Asrama dan dalamkondisi aman meskipun belum bisa meninggalkan Wuhan karena transportasi daridan ke Wuhan ditutup untuk sementara waktu.

Khofifah mendapatkan kabar dari PerhimpunanPelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Wuhan diketahui ada 8 mahasiswastrata satu dan empat mahasiswa strata 2 asal Jatimmerupakan bagian dari 93 mahasiswa dan WNI yang berada di Wuhan. Seluruh mahasiswadan WNI tersebut dalam pengawasan KBRI dan DirektoratPerlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (BHI) KementerianLuar Negeri.

"Dikabari kalau seluruh mahasiswa rata-rata tinggaldi asrama dan selalu dalam pantauan kampus. Bahkan, hampir seluruh kampusmelakukan tindakan pencegahan dengan memberikan masker, sabun cair, danthermometer gratis kepada mahasiswa," kata Khofifah, Minggu(26/1/2020).

Disisi lain, Khofifah juga terus berkoordinasi denganKementerian Luar Negeri dan Rektor Unesa. Selain itu, Khofifah juga akanberkonsultasi dengan Konsulat Jenderal (Konjen) RRT yang ada di Surabaya untukmembantu memantau perkembangan seluruh mahasiswa asal Jatim sehingga tetapterlindungi dari paparan virus corona.

"Pemprov Jatim akan melakukan yang terbaik.Karena  mereka adalah anak-anak Jatim danini menjadi perhatian kita. Termasuk diantaranya mengupayakan opsi pemulanganjika itu merupakan langkah terbaik," imbuhnya.

Seperti diketahui, Virus Corona merupakan virus jenisbaru yang menyebar dengan sangat cepat. Virus ini juga telah menyebabkankematian pada banyak orang di beberapa negara, utamanya di China.

Otoritas terkait di Thailand, Jepang, Korea Selatan,Amerika Serikat, Kanada, Vietnam, Singapura, Malaysia, Nepal, Prancis danAustralia telah melaporkan tentang penyebaran virus tersebut. (ufi)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.