
Blitar - Puluhan anggota Forum Ormas Islam Kota Blitar menggeruduk salah tempat hiburan Karaoke 99 di Jl. Gunojoyo Kota Blitar, Rabu (29/1/2020) dini hari sekitar jam 00.15 WIB. Karena diduga nekat beroperasi, meskipun dalam kondisi disegel oleh Pemkot Blitar.
Hal ini disampaikan Koordinator Forum Ormas Islam, Akbar Harir jika pihaknya mendapat informasi, jika karaoke tersebut nekat buka sejak Minggu (26/1/2020) lalu. "Karena ingin tabayun dan membuktikan informasi tersebut, saya mengecek ke lokasi," tutur Harir.
Dijelaskannya jika sebelum datang lokasi karaoke tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Polres Blitar Kota. "Intinya saya menyampaikan niat untuk mengecek, apakah benar ada informasi demikian," jelasnya.
Harir mendatangi lokasi karaoke tersebut bersama sekitar 20 orang anggotanya, sisanya 15 orang bersiaga di markas. "Ketika sampai disana, sekitar jam 00.15 WIB sebagian sudah bubar karena tutup. Tapi masih ada sebagian pengunjung dan terlihat semua lampu menyala, baik di luar maupun di dalam ruangan," ungkap Harir.
Artinya memang benar karaoke yang kondisinya tersegel tersebut, nekat beroperasi. Bahkan Harir sempat disodori berkas ijin oleh karyawan bagian penerima tamu, namun ditolak karena bukan kapasitasnya. "Saya hanya ingin mengecek apakah benar buka, saya bukan aparat jadi tidak punya kepentingan mengecek ijin nya," tandasnya.
Karyawan tersebut mengaku jika memang buka, tapi free alias gratis dan hanya cek sound saja. Termasuk salah satu petugas keamanan, juga mengatakan jika pemilik karoke tidak ada dan diminta datang lagi besoknya.
Secara terpisah pemilik Karaoke 99, Wiwik ketika dikonfirmasi mengatakan jika ketika ormas datang, ditunjukin ijin yang dimilikinya. "Setelah saya tunjukkan tidak ngomong apa-apa," jawab Wiwik.
Wiwik mengaku ijinnya sudah lengkap dan seharusnya sudah boleh buka, tidak perlu tanya lagi. "Kalau STNK nya sudah lengkap, ngapain tanya pit e oleh ditumpaki gak," papar Wiwik memberikan contoh.
Mengenai segel, apakah memang kondisinya masih tersegel. Wiwik hanya menjawab silahkan dicek sendiri saja pungkasnya.
Sementara itu pihak Pemkot Blitar melalui Plt Kepala Sat Pol PP, Hadi Maskun ketika dikonfirmasi mengaku belum tahu dan akan mengeceknya. (ais)