04 April 2025

Get In Touch

Yasonna Laoly Copot Ronny F Sompie, Kenapa?

Yasonna Laoly Copot Ronny F Sompie, Kenapa?

Jakarta – Kabar mengejutkan, Menteri Hukum dan HAM, YasonnaLaoly, tiba-tiba mencopot Dirjen Imigrasi, Ronny F Sompie. Pencopotan ini taklepas dari kasus Harun Masiku sebagai tersangka dugaan suap ke Wahyu Setiawan,Komisioner KPU yang tertangkap tangan oleh KPK.

Lebih lanjut Yasonna menjelaskan pencopotan itu lantaran timIrjen Kemenkumham tengah mengusut penyebab keterlambatan (delay) dalampendeteksian kedatangan Harun Masiku di Bandara Soekarno-Hatta pada 7 Januarilalu. "Karena saya mau kita betul-betul terbuka dan melacak mengapa initerjadi delay," ujar Yasonna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/1/2020),seperti yang dilansir kumparan.com.

Lantas apa yang sebenarnya terjadi atas kasus Harun Masikuhingga Ronny F Sompie kehilangan jabatannya? Padahal, Ronny Sompie adalah orangyang pertama menyebutkan keberadaan Harun di sudah di Indonesia meskipun halitu baru diungkapkan 22 Januari lalu.

Inilah awal permasalahan dan berujung pada pencopotan RonnyF Sompie. Bermula pada Kamis (9/1/2020), KPK menetapkan eks Komisioner KPUWahyu Setiawan, eks caleg PDIP sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani TioFridelina; dan swasta yang juga eks caleg PDIP, Saeful Bahri, saat itu KPK jugamenetapkan Harun Masiku sebagai tersangka karena dugaan menyuap Wahyu senilaiRp 400 juta melalui Saeful Bahri dan Agustiani Tio. Suap itu bertujuan supaya Harunbisa menggantikan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI dalam Pergantian AntarWaktu (PAW). Sayangnya, saat penetapan itu dikabarkan Harun Masiku berada diluar negeri.

Kemudian, pada Senin (13/1/2020), Wakil Ketua KPK NurulGhufron mengaku mendapat informasi dia berada di luar negeri. Saat itu juga DitjenImigrasi mengumumkan kalau Harun berada di luar negeri sejak tanggal 6 Januari2020 dan belum ada kabar Harun balik ke Indonesia. Pada hari itu juga, KPK mengajukanpermintaan pencegahan Harun Masiku ke luar negeri.

Kamis (16/1/2020), Koran Tempo mengungkapkan bahwa Harun Masikusudah berada di Indonesia, dia terbang dari Singapura menggunakan Batik Air ID7156 tanggal 7 Januari. Namun, saat itu Yasonna tetap mengatakan jika HarunMasiku masih berada di luar negeri.

Pada Jumat (17/1/2020), Kepala Kantor Imigrasi Kelas IKhusus TPI Soekarno-Hatta, Saffar Muhammad Godam, mendapat informasi dari KoranTempo bahwa Harun Masiku sudah berada di Indonesia sejak tanggal 7 Januari. Saffarsegera menginformasikan hal itu ke Ditjen Imigrasi. Kemudian Ditjen Imigrasimendalami informasi tersebut.

Kemudian, Dirjen Imigrasi (kini sudah dicopot), Ronny F.Sompie, Sabtu (18/1/2020), menyampaikan bahwa Harun Masiku tercatat masihberada di luar negeri sejak 6 Januari menuju Singapura.  Bahkan Ronny mengaku pihaknya terus berkoordinasidengan otoritas Singapura untuk mengetahui lokasi pasti keberadaan Harun apakahmasih di Singapura atau tidak.

Pada hari itu juga, Ditjen Imigrasi mengecek CCTV diTerminal 2F Bandara Soetta yang dimiliki PT Angkasa Pura II (Persero). DitjenImigrasi kemudian menyurati AP II untuk meminta rekaman CCTV. Sayangnya, saatitu hari Sabtu (18/1/2020) sehingga pihak AP II belum dapat memberikan rekamanCCTV dan baru Senin (20/1/2020) diberikan.

Pada Minggu (19/1/2020), dari CCTV di Bandara Soetta diketahuiseorang laki-laki diduga Harun Masiku. Kemudian, Ronny Sompie memerintahkan timinternal Ditjen Imigrasi dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hattauntuk mengusut data perlintasan di counter TPI Terminal 2F. Hasilnya, timDitjen Imigrasi menemukan data atas nama Harun Masiku setelah dilakukaninvestigasi secara menyeluruh pada seluruh perangkat PC di semua counterkedatangan di Terminal 2F.

Pada Senin (20/1/2020), Ketua KPK, Komjen Firli Bahuri, mengatakanbahwa Harun Masiku telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).  Sementara, saat itu juga istri Harun Masiku,Hilda, menyebut suaminya memberi kabar sudah di Jakarta sejak tanggal 7Januari.

Akhirnya, Rabu (22/1/2020), Ronny Sompie mengonfirmasikanbahwa Harun Masiku sudah berada di Indonesia sejak 7 Januari. Ronny berdalihada delay time dalam pemrosesan data perlintasan, sehingga kedatangan HarunMasiku di Indonesia telat diketahui.

Jumat (24/1/2020), Inspektorat Jenderal Kementerian Hukumdan HAM akan membentuk tim independen untuk mengusut keterlambatan dataperlintasan Harun Masiku. Tim tersebut terdiri dari Bareskrim, Siber BSSN, danOmbudsman RI. Kemudian, Selasa (28/1/2020) Yasonna Laoly mencopot Ronny Sompiedari jabatannya sebagai Dirjen Imigrasi. Tak hanya Ronny Sompie, DirekturSistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian (Dirsistik), Alif Suaidi, turutdicopot. (ist)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.