
Madiun - Walikota Madiun Maidi meminta agar sekolah negeri di Kota Madiun menyandang gelar Adiwiyata Mandiri. Hal ini sebagai upaya percepatan pembangunan kota.
"Yang (sudah) mandiri 8 sekolahan, yang maju di provinsi 3. Ini yang lainya tidur apa gimana? Semua sekolah negeri yang belum ke provinsi, semua harus ikut tidak boleh ditawar," tegasnya di acara Sosialiasi Pembinaan Adiwiyata di Sun Hotel, Madiun, Selasa (11/2/2020).
Diketahui progam Adiwiyata sudah tercantum dalam Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata.
Permen ini menyatakan bahwa sekolah Adiwiyata merupakan sekolah yang peduli serta berbudaya lingkungan. Sementara itu, penghargaan Adiwiyata Mandiri merupakan penghargaan khusus bagi sekolah dengan penilaian minimal 10.
Dengan itu, Maidi berharap kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim untuk memberi arahan serta pembinaan. Maidi juga meminta, selama proses pembinaan semua kepala sekolah di Madiun harus diikutkan. "Maka saya sebagai Walikota akan menyiapkan semua keperluannya," urai Maidi.
Menurut Permen baru mulai tahun 2020 ini, penilaian Adiwiyata mengacu pada aturan baru, yakni Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.52/Menlhk/Setjen/Kum.1/9/2019 Tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).
Selain aturan baru, format penilaian yang digunakan juga baru yakni mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.53/Menlhk/Setjen/Kum.1/9/2019 Tentang Penghargaan Adiwiyata.
Hal itulah yang membuat mantan Sekda Kota Madiun itu semakin terpacu untuk meningkatkan penghargaan Adiwiyata bagi kotanya. Mengingat penilaian Adiwiyata yang sekarang seperti perlombaan kompetisi antar kota/kabupaten.
"Itu sudah ada aturan baru 2020, itu sudah dilombakan. Adiwiyata yang paling banyak presentasinya akan mendapatkan penghargaan. Nanti saya cek semua, saya akan keliling nanti. Besok jumat keliling ke sekolah ini semua (yang belum mandiri). Semua kepala dinas turun," pungkasnya. (Sur)