
Blitar - Tim santri Ponpes Mambaus Sholihin 2 Desa Sumber, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar, berhasil menyabet juara umum dalam ajang Lomba robotik se-Asean 9th World Robotic For Peace yang digelar International Robotic Training and Competion (IRTC) pada 7-8 Pebruari 2020 di Johor Baru, Malaysia.
Pembina Tim Lomba Robotik Ponpes Mambaul Sholihin 2, Yasroni Indralogi mengatakan jika dalam lomba ini pihaknya mengirimkan 12 orang santri dari siswa kelas VII dan VIII, untuk terjun dalam 5 kategori dari 7 kategori yang dilombakan. "Alhamdulillah, bisa meraih juara umum dalam lomba ini, meskipun gagal meraih Juara 1 pada 4 kategori," tutur Yasroni, Selasa (11/2/2020).
Yasroni menceritakan, awalnya memang tim yang dikirim ini akan mengikuti 2 lomba, yaitu di Singapura pada 5-6 Pebruari 2020, tapi karena ada isu virus corona akhirnya batal dan hanya ikut yang di Malaysia. "Kita juga mempertimbangkan kondisi kesehatan santri, akhirnya yang Singapura kita batalkan," jelasnya.
Justru karena batal di Singapura dan langsung bertolak ke Malaysia, tim justru mempunyai banyak waktu untuk persiapan. Sehingga bisa meraih hasil maksimal, walaupun tidak meraih medali emas di semua kategori. "Tapi dengan perolehan 3 medali emas dan 2 perak, sudah bisa mengantarkan tim yang mewakili Indonesia ini meraih juara umum. Karena mendapat juara terbanyak diantara 8 negara perserta," tandas Yasroni.
Ada pun gelar juara yang berhasil diraih yaitu : Juara 1 Kategori Soccer Close, Juara 1 Kategori Soccer Junior Class, Juara 1 Kategori Liner Follower, Juara 2 Kategori Sumo dan Juara 2 Kategori ASV (Amfibious Solar Vehicle).
Dengan raihan ini, tim santri Ponpes Mambaus Sholihin 2, berhasil menjadi juara umum. Serta memperoleh hadiah uang pembinaan sebesar 8000 RM atau setara Rp 25 juta. Menyisihkan 8 negara se Asean, dari 10 yang mendaftar 2 tidak hadir yaitu Pakistan dan Myanmar.
Adapun kendala yang sempat dihadapi tim, sehingga hanya meraih Juara 2 adalah rusaknya robot yang dibawa dari Indonesia. Sehingga terpaksa meminjam robot milik panitia, tapi beruntung masih bisa meraih Juara 2 atau meraih medali perak ungkap Yasroni.
Sementara itu, Kapten Tim Ponpes Mambaus Sholihin 2, Muhammad Fariq Irsad mengatakan beberapa persiapan yang dilakukan yaitu mempelajari sistem yang ada pada robotnya, serta memperbanyak baca literasi robotik melalui website. "Karena sejak kelas VII saya sudah gemar robot, kemudian dibantu kakak pembina belajar sistem robot dan Googling," papar Fariq yang kini duduk di kelas VIII. (ais)