06 April 2025

Get In Touch

Kemenag Lamongan Ungkap Status Ponpes Asuhan Terduga Teroris

Kepala Kemenag Lamongan, H. Fausi saat ditemui di ruang kerjanya.
Kepala Kemenag Lamongan, H. Fausi saat ditemui di ruang kerjanya.

LAMONGAN (Lenteratoday) - Kementerian Agama Lamongan akhirnya mengungkap status Pondok Pesantren yang di asuh DA, salah seorang terduga teroris yang diamankan Densus 88 anti teror Mabes Polri beberapa waktu yang lalu.

"Ya, Ponpes yang berada di Kecamatan Brondong itu tidak lagi terdaftar sebagai Pondok Pesantren di bawah naungan Kementerian Agama," ungkap Kepala Kemenag Lamongan, H. Fausi, Senin (30/8/2021).

Lantaran, Ponpes yang masih dirahasiakan tersebut tidak rutin melaporkan kondisi terbaru kepengurusan dan jumlah santri yang ada.

"Dulu sempat kesini, tapi tidak ada kelanjutannya. Dari pihak kami memang merasa kalau Ponpes itu berpaham konservatifme," urainya.

H. Fausi yang baru sebulan diberi mandat mengepalai Kemenag Lamongan itu, mengaku tak mau kecolongan lagi dan telah memetakan beberapa ponpes yang masih berhaluan pemikiran Islam keras.

"Datanya ada, sudah kami petakan. Tugas utama program deradekalisasi ya ada di Polres, tentunya kami juga terus berupaya menyebarkan wawasan moderasi lewat para penyuluh," akunya.

Dijelaskan, jika Ponpes di berbagai wilayah mempunyai kewajiban melaporkan beberapa perubahan secara berkala sebagai syarat utama reminnya sebuah instansi pendidikan Islam.

"Sebenarnya kita memantau terus, tiap Ponpes yang dalan naungan Kemenag selalu mendapat kontrol dari kita, contohnya melihat buku babon yang diajarkan," jelasnya.

Hingga saat ini, kata Fausi, berbagai upaya pun dilakukan untuk memantau kondisi para santri apakan ikut diajarkan paham-paham radikalisme.

"Kami masih kesusuhan masuk ke Ponpes selain memang sangat tertutup, kawasan tersebut juga telah diawasi oleh pihak kepolisian," katanya. (dit)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.