
Blitar - Putri ketiga Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Ibu Hj Siti Nur Azizah terkesan dengan ketrampilan para penyandang disabilitas dalam membuat batik ciprat, ketika berkunjung ke Yayasan Rumah Kinasih di Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, Sabtu (15/2/2020). Yang paling membuat kagum, batik tersebut sudah merambah tiga benua.
Rombongan Ibu Azizah datang sekitar pukul 08.00 WIB, bersama suami yang juga anggota DPR RI, M Rapsel Ali dan bapak ibu mertua dari Makasar. Didampingi Kapolres Blitar, AKBP Budi Hermanto dan Wakapolres Blitar, Kompol Arief Kristanto bersama isteri.

Meraka langsung melihat langsung proses pembuatan batik ciprat oleh penyandang disabilitas binaan Yayasan Rumah Kinasih, dengan keterbatasannya tangan mereka terlihat terampil dan cekatan membuat corak atau motif dan mewarna kain yang dibentangkan.
Kegiatan yang digelar dan difasilitasi oleh Polres Blitar ini ingin menunjukkan bagaimana semangat para disabilitas berkreasi membuat batik ciprat yang hasilnya sudah terjual sampai luar negeri. "Sangat luar biasa, melihat potensi dari saudara, teman dan adik penyandang disabilitas yang ada di Yayasan Rumah Kinasih ini," tutur Ibu Azizah.
Ibu Azizah juga berdialog dengan para penyandang disabilitas intelektual dan disabilitas fisik, serta mencoba membuat batik ciprat bersama Kapolres AKBP Buher dan Wakapolres Kompol Arif Kristanto. Rombongan Juga meninjau disabilitas yang dilatih menjahit hasil kain batik ciprat menjadi baju dan tas.
"Terima kasih kepada Pak Kapolres dan Ibu yang sudah mengundang dan mengajak saya kesini, sehingga bisa memberikan semangat agar terus berkreasi meskipun kondisinya dalam keterbatasan tapi bukan halangan," ujar Ibu Azizah.
Diungkapkan Ibu Azizah apa yang dilakukan Yayasan Rumah Kinasih mampu mengenali potensi diri agar lebih maju, punya karakter dan menjadi SDM yang handal. "Dari hal sederhana mendorong untuk mengenal potensi yg ada, menjadi sesuatu yang luar biasa," ungkap Ibu yang akan maju dalam Pilkada Tangerang Selatan ini.
Ditambahkannya semoga hal ini menular ke daerah lain, memberikan kesempatan seluas-luasnya pada kaum disabilitas. "Baik pada masyarakat maupun pemerintah, agar memberikan akses pendidikan, kesehatan dan pekerjaan pada mereka," imbuhnya.
Sementara itu, Pendiri Yayasan Rumah Kinasih Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Edi Cahyono mengatakan jumlah penyandang disabilitas sebanyak 54 orang terdiri dari 25 perempuan sisanya 29 pria. "Yayasan ini berdiri sejak 2016 lalu, dilandasi keinginan membina penyandang disabilitas di Kabupaten Blitar yang kurang mendapatkan dukungan dari masyrakat dan keluarga," kata Edi.
Mereka perlu dunia untuk membangun mental yang bagus, menumbuhkan emosional untuk berkembang. Sehingga mereka bisa mandiri secara ekonomi, dengan bekerja setengah hari saja. "Dari jam 07.00 - 12.00 WIB mendapat penghasilan 500-700 ribu tiap bulan, serta mendapat makan 2 kali sehari dan BPJS kesehatan," paparnya.
Bahkan hasil produksi kain batik ciprat mereka sudah terbang hingga ke San Fransisco, California, Australia dan Singapura. (ais)