
Blitar - Momen mengharukan yang membuat putri Wapres RI Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah Ma'ruf dan Kapolres Blitar AKBP Budi Hermanto menangis. Ketika Acara Bhakti Sosial "Blitar Berbagi Senyum" penyerahan bantuan untuk penyandang disabilitas berupa Al Qur'an Braile, kaki palsu, kursi roda dan braice, yang diserahkan putri Wapres Siti Nur Azizah Ma'ruf di Pendopo Ronggo Hadi Negoro, Sabtu (15/2/2020).
Azizah didampingi suaminya M Rapsel Ali anggota Komisi VIII DPR RI, tiba bersama rombongan sekitar jam 10.00 Wib. Usai pembukaan acara yang dihadiri sekitar 250 orang difabel, ketika tiba acara pembacaan Al Qur'an Braile oleh penyandang disabilitas tuna netra dihadapan Azizah. Salah satunya gadis kecil yang selain buta, wajahnya juga cacat.
Namun dengan segala kekurangannya itu, bisa dengan lancar membacakan salah satu ayat suci Al Qur'an dengan lancar dan merdu. Kontan mendengar dan melihat ini, Azizah dan tamu undangan lain meneteskan air mata. Mereka terharu, meski cacat dan keterbatasannya, gadis kecil itu semangat dan bisa lancar mengaji. Mata Azizah, Bupati Blitar Rijanto dan Kapolres AKBP Budi Hermanto terlihat berkaca-kaca. Bahkan Azizah tak kuasa menahan tetesan air matanya, sampai meminta tisu.

Momen kedua, seusai acara seorang difabel asal Malang menyampaikan niatnya bertemu AKBP Budi Hermanto. Gadis yang tercatat sebagai mahasiswi Universitas Brawijaya (Unbra) Kota Malang, berniat ingin menyampaikan rasa terima kasih langsung kepada AKBP Buher sapaan AKBP Budi Hermanto. "Saya ingin berterima kasih kepada Pak Budi, karena selama ini saya sudah banyak dibantu tapi tidak pernah bertemu dengan beliau," tutur Eka Wulandari dari Komunitas Ganesha Difabel Indonesia Malang sambil menangis.
Begitu dihampiri Kapolres AKBP Buher, spontan Eka langsung menjabat tangan perwira yang promosi menjadi Wadir Resnarkoba Polda Kalsel dan menciumnya. "Terima kasih bapak, selama ini sudah banyak membantu saya. Tapi saya tidak pernah bertemu dan mengucapkan terima kasih secara langsung," teriak Eka sambil menangis sejadi-jadinya.
Hingga AKBP Buher ikut menangis dan berusaha menenangkan gadis diatas kursi roda tersebut, namun Eka malah histeris. "Saya doakan bapak sukses menjadi jenderal," teriak Eka sambil bersimpuh berusaha mencium kakinya.
Namun dicegah oleh AKBP Buher dan langsung ditenangkan, ajudan dan pejabat Polrea Blitar lainnya. Kemudian digendong masuk ke dalam pendopo.
Hadir pada acara ini Bupati Blitar Rijanto, Wakil Bupati Blitar Marhaenis Urip Widodo, Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela, Dandim 0808 Letkol Inf Kris Bianto, PKK, Bhayangkari, Persid, MUI, PCNU, Muslimat, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.
Azizah menyerahkan langsung bantuan 50 set Al Qur'an Braile, 8 kaki palsu, 1 kursi roda dan 1 braice.
Dalam sambutannya Azizah mengaku bangga dan mengapresiasi acara ini, karena menunjukkan Blitar daerah inklusifitas atau terbuka untuk kaum disabilitas. "Terima kasih kepada Pak Bupati, Pak Kapolres, Pak Sugeng pembuat kaki palsu dan Pak Ali Sadikin dari Kick Andy Foundation yang mempunyai ide hebat seperti ini," tutur Azizah.
Sehingga bisa memoles permata yaitu mengangkat para difabel, sehingga bisa menghasilkan produk unggulan seperti batik ciprat yang luar biasa. "Blitar memang luar biasa, memberikan kesempatan munculnya sumber daya unggul meskipun dalam keterbatasan," tandasnya.
Azizah juga menyampaikan salam dari Wapres Ma'ruf Amin, salam cinta untuk warga Blitar.
Sementara itu Bupati Blitar Rijanto dalam sambutannya mengatakab jika pemkab selama ini juga sudah melakukan pelatihan pembuatan bakso, kue kering, menjahit dan batik ciprat. "Sehingga saudara kita penyandang disabilitas, bisa mandiri secara ekonomi dan mempunyai pennghasilan sendiri," ungkap Bupati Rijanto.
Sedangkan Kapolres AKBP Buher menyampaikan bantuan ini diberikan bukan karena kita mampu, tapi kita ingin berbagi senyum. Kita ingin memberikan semangat kepada kaum difabel, karena yakin dengan perjuangan yang tinggi mereka tidak akan tertinggal dibandingkan dengan yang saat ini memiliki kesempurnaan. "Untuk itu kesempurnaan yang saat ini kita miliki, harus dipergunakan sebaik mungkin untuk membantu sesama," ujarnya.(ais)