05 April 2025

Get In Touch

Ratusan Sopir Angkot Gelar Aksi Damai, Tolak Jalur Satu Arah Kayutangan Heritage

Ratusan sopir angkot gelar aksi damai di Balai Kota Malang menolak kebijakan satu arah Kayutangan Heritage
Ratusan sopir angkot gelar aksi damai di Balai Kota Malang menolak kebijakan satu arah Kayutangan Heritage

MALANG (Lenteratoday) -Hari pertama diterapkannya uji coba satu arah di Kawasan Kayutangan Heritage, ratusan sopir angkot ramai padati area Balai Kota Malang untuk menggelar aksi damai menolak diberlakukannya jalur satu arah.

Salah satu perwakilan sopir angkot jalur Arjosari-Gadang (AG) Dwi Suryanto mengatakan, sebanyak 200 hingga 300 sopir armada angkutan umum di Kota Malang, menuntut agar dikembalikannya jalur dua arah.

“Kami menuntut keputusan Wali Kota kemarin agar dibatalkan satu arah. Disini  diikuti oleh semua jalur di Malang Raya sekitar 200 sampai 300 armada. Tuntutannya yang paling utama ya kembalikan dua arah,” ujar pria yang akrab disapa Yanto tersebut, dalam orasinya di depan Balai Kota Malang, Senin (20/2/2023).

Yanto menyerukan, penerapan satu arah akan menyebabkan banyak dampak negatif yang dirasakan oleh sopir angkot. Terlebih pada 8 angkutan trayek Landungsari-Dinoyo-Hamid Rusdi (LDH), Arjosari-Dinoyo-Landungsari (ADL), Madyopuro-Karangbesuki (MK), Arjosari-Landungsari (AL), Hamid Rusdi-Arjosari (HA), Madyopuro-Mulyorejo (MM), Arjosari-Hamid Rusdi (AH), Arjosari-Tidar (AT).

“Dampak pertama, pendapatan kami berkurang. Kedua, karena muter-muter jadi bensinnya makin mahal. Ketiga, rawan gesekan dengan sesama jalur. Ini dari paguyuban angkot Malang Raya. Pokoknya harus sampai tuntutan kita diwujudkan,” lanjutnya.

Senada dengan Yanto. Perwakilan sopir angkot lainnya, Marsulan, juga mengeluhkan banyaknya dampak yang ditanggung oleh sopir angkot apabila jalur satu arah tetap dilaksanakan.

“Maka kami akan memohon kepada Pak Wali Kota. Kami bukan menentang, kami hanya memohon. Bayangkan, sudah pernah adanya covid, BBM naik, sekarang dibuat satu jalur yang rutenya akan menjadi jauh,” ungkap Marsulan di tengah kerumunan massa aksi.

Diakhir, penolakan juga disampaikan oleh perwakilan sopir angkot lainnya, Hendra. Ia menambahkan bahwa aksi damai kali ini dilatarbelakangi sebab audiensi yang dilakukan oleh para sopir angkot, tidak pernah diterima oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

“Karena selama ini kita audiensi gak pernah diterima. Selama ini kita komunikasi dengan baik, tidak ada rencana demo. Tapi kenyataannya mereka berjalan karepe dewe (seenaknya sendiri). Kami tidak anarkis, kami hanya menuntut apa yang menjadi hak kami,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, menyempatkan diri untuk menemui langsung dan berdialog bersama ratusan sopir angkot. Pihaknya meyakinkan bahwa besok pagi, Selasa (21/2/2023) akan menggelar rapat bersama Forum Lalu Lintas (Lalin) terkait dengan keberlangsungan nasib para sopir angkot. Sutiaji juga menjanjikan untuk tetap diterapkannya jalur 2 arah khusus bagi angkutan kota.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.