Gubernur Khofifah : Ada Enam Sekolah yang Belum Bisa Melaksanakan USP BKS

Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Komputer dan Smartphone (USP BKS), di SMAN 6 Surabaya, Senin (9/3/2020) pagi. Dalam kesempatan itu dia memastikan jika bahwa pelaksanaan ujian berlajan lancar. Namun demikian, masih ada enam SMA yang belum bisa melaksanakan USP BKS.

Khofifah menyebutkan, enam sekolah berada di wilayah Kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura. Penyebabnya letak geografis di Kepulauan Kabupaten Sumenep yang belum memungkinkan bagi sekolah untuk mengikuti ujian berbasis komputer dan smartphone, dikarenakan stabilitas jaringan internet dan listrik.

“Pada posisi kondisi demografis seperti itu, maka tidak bisa kita melakukan generalisasi secara regional Provinsi Jawa Timur. Sebab, memang tidak sama akses yang mereka bisa bangun. Jadi untuk enam SMA di kepulauan Kabupaten Sumenep itu memang masih menggunakan pola manual, masih berbasis kertas dan pensil,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya terus berkomunikasi dengan beberapa pihak untuk memberikan fasilitas di kawasan kepulauan tersebut. Diantaranya adalah dengan pengadaan listrik tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan tersebut. Sedangkan untuk jaringan internet, masih dilakukan komunikasi lebih lanjut.

Sedangkan, untuk pelaksanaan USP BKS ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kepmendikbud) nomor 43 tahun 2019 yang mengamanatkan bahwa Ujian Sekolah pada Tahun 2020 ini, sudah berbasis Ujian Satuan Pendidikan. Di Jawa Timur, imbuh Khofifah, pelaksanaan USP BKS untuk SMA dan SMK pada tahun ini tetap berada dibawah koordinasi Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Hal ini sesuai dengan keputusan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Jatim pada 30 Desember 2019 lalu.

Sementara untuk tahun yang akan datang akan melihat perkembangan dan dinamika nantinya. Diantaranya adalah dinamika pada masing-masing satuan pendidikan dalam menyiapkan soal dan segala sesuatunya secara mandiri.

Gubernur wanita pertama di Jatim ini nemabahkan, USP BKS dan Ujian Praktikum memegang porsi 40 persen terhadap presentase penilaian kelulusan siswa, sedangkan 60 persen basisnya adalah hasil belajar siswa dari semester I sampai semester VI.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah: Substansi RTRW Provinsi Jatim 2023-2043 Tentukan Arah Pembangunan Ekonomi Jatim

“Sejak tahun lalu, Ujian Nasional (UN) ini sebetulnya dalam komposisi kelulusan itu sudah tidak ada. Tetapi bahwa makna secara psikologis, tetap anak-anak menjadikan itu bagian dari puncak prestasinya. Sehingga, bagi wali murid, Nilai Ujian Nasional atau NUN itu menjadi penting,” imbuhnya.

Lebih lanjut wanita yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini mengatakan, saat ini Kemendikbud RI sedang membahas detail konsep Merdeka Belajar. Informasinya, tahun depan sudah tidak ada lagi UN, dan digantikan oleh Asesmen Kompetensi Minimal dan Survey Karakter.

“Kita lihat nanti bagaimana asesmen ini dilakukan oleh masing-masing lembaga satuan pendidikan, atau nanti diwewenangkan kepada lembaga khusus. Hal ini menunggu keputusan dari Kemendikbud. Tapi tahun ini USP BKS masih dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Jatim, ini hasil dari rakernya MKKS Jawa Timur,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi menambahkan, tidak semua siswa di Jatim menggunakan komputer atau laptop, namun ada sebagian yang menggunakan smartphone sebagai alternative dalam ujian ini. “Jatim menjadi satu-satunya provinsi yang memakai smartphone untuk ujian. Hasil pantauan kami di beberapa sekolah yang sedang melaksanakan ujian, para siswa ternyata sangat mahir menggunakan smartphone,” katanya sambil menambahkan dalam pelaksanaan ini Dinas Pendidikan menggandeng ITS.

Wahid menandaskan bahwa nilai dari ujian ini bisa dilihat secara real time. Hal ini berbeda dengan dengan ujian nasional dimana nilai baru bisa dilihat satu sampai dua bulan. “Alhamdulillah pelaksanaan selama beberapa hari ini berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Menurut Kadisdik Jatim ini, ujian USP-BKS mempunyai kontribusi dalam penentuan kelulusan, yakni untuk pembobotan di perhitungan nilai yang dimasukkan dalam ijazah. Pembobotan nilai USP-BKS dan nilai praktikum sebesar 40%, dan 60% lainnya dari rata-rata nilai raport semester 1 sampai dengan 6. (ufi)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini