Kemudahan Visa Umrah Seperti Membalik Telapak Tangan

Kota Makkah, 1 Syawal 1440 H. Bertepatan dengan tanggal 4 Juni 2019. Semerbak tercium bau harum wewangian. Aroma itu berasal dari para jamaah yang akan melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjidil Haram.

Terdengar gema takbir bersahut-sahutan. Diikuti oleh semua orang yang kebanyakan jamaah umrah. Berkumandang puja-puji tertuju untuk Sang Pencipta. Hampir semua jalan di sekitar Misfalah, Ajyad, dan Hafair penuh sesak.

Diperkirakan ada sekitar 1,8 juta umat Muslim berkumpul di titik yang sama. Sejak dini hari mereka menyesaki masjid terbesar di dunia itu.

Tanda-tanda puasa bulan Ramadan akan berakhir memang sudah tersiar siang hari (Senin, 3/6/2019). Usai shalat Isyak, Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurahman Sudais kembali bersuara. Kali ini lebih bergetar dibanding sebelumnya. Sewaktu memimpin shalat.

Syaikh Sudais berpidato. Dalam Bahasa Arab. Dia mengumumkan bahwa Idul Fitri jatuh pada hari Selasa (4/6/2019). Sesudah itu Syaikh Sudais mengumandangkan Takbir.

Visa umrah yang telah dikeluarkan Arab Saudi pada musim umrah (September 2018-Juni 2019)  mencapai lebih 7 juta orang. Mengutip data dari PT Manaya Indonesia Tour and Travel yang berbasis di Sidoarjo mencapai 7.626.161 visa.

Jumlah jamaah terbesar berasal dari Pakistan, yakni sebanyak 1.626.080. Angka jamaah terbesar. Kemudian diikuti oleh Indonesia sebanyak 950.748.

Berikut ini empat negara penyumbang jamaah umrah terbesar 1440 H: Pakistan 1.626.080 jamaah. Indonesia 950.748 jamaah. India 645.256 jamaah, dan Mesir 538.940 jamaah.

Baca Juga :  Larangan Mudik dan PPKM Terbukti Efektif, Pasca-Lebaran Kasus Covid-19 di Kota Kediri Stabil

Ibadah haji dan umrah mempunyai peranan penting bagi industri pariwisata Arab Saudi. Pemerintah Saudi mencanangkan gerakan, namanya Reformasi Visi 2030. Di sudut-sudut kota, baik Madinah atau Makkah stiker “Visi 2030” bertebaran.

Saudi punya tujuan, menarik sebanyak mungkin jemaah umrah. Targetnya: 30 juta lebih jemaah umrah. Itu diluar musim haji.

Kementerian Haji dan Umrah mempermudah kedatangan jamaah ke Tanah Suci. Kemudahan itu antara lain, pengurusan visa tidak lagi harus mengirimkan pisik paspor ke kedutaan Saudi Jakarta.

Sekarang cukup di-scan. Lewat rekanan (muasasah) yang ditunjuk, pihak travel mengirimkan data calon jamaah umrah. Seluruh proses dilakukan secara online. Prosedur semakin cepat, mudah, dan aman.

“Kurang dari 24 jam visa resmi umrah sudah tercetak.” ujar Direktur Manaya Indonesia, Mukharam Khadafi. Dengan “e-visa” kemudahan mendapat visa umrah ibarat cukup membalik telapak tangan.

Di luar musim haji dan musim umrah pemerintah Arab Saudi menawarkan visa turis untuk pertama kalinya.

Penerapan visa ini dilakukan untuk mendongkrak sektor pariwisata. Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi hanya menerbitkan visa bagi peziarah Muslim dan pekerja asing, dan yang terakhir bagi penonton acara olahraga.

Dengan kebijakan baru ini, maka warga negara dari 49 negara bisa mendapatkan visa online maupun visa on arrival. Termasuk Amerika Serikat (AS), Australia, dan sejumlah negara Eropa.

Meski demikian, Arab Saudi juga memperingatkan turis yang melanggar “kesopanan publik” tetap akan dikenakan denda

Cara ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Arab Saudi untuk mendiversifikasikan ekonominya menjauh dari minyak bumi

Oleh : Arifin BH, Pemimpin Redaksi Lentera Today

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini