25 October 2026

Get In Touch

Bill Gates Ingatkan Gejolak Ekonomi-Sosial Akibat AI hingga 20 Tahun

Bill Gates, salah satu ketua Bill and Melinda Gates Foundation, saat wawancara dengan Bloomberg Television di London, Inggris (Bloomberg)
Bill Gates, salah satu ketua Bill and Melinda Gates Foundation, saat wawancara dengan Bloomberg Television di London, Inggris (Bloomberg)

JAKARTA (Lentera) -Pendiri Microsoft Bill Gates memperkirakan transisi menuju ekonomi berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat memicu gejolak ekonomi dan sosial selama sekitar 20 tahun.

Menurut Gates, periode tersebut akan diwarnai pihak yang diuntungkan dan dirugikan perkembangan AI, termasuk perubahan besar pada lapangan kerja dan kehidupan sehari-hari.

“Kekhawatiran terbesar saya adalah periode transisi selama 20 tahun ini, di mana akan ada pihak yang menang dan kalah, serta banyak disrupsi yang terjadi,” kata Bill Gates dalam wawancara dengan siniar Decoder yang dirilis Kamis (22/10/2026).

Bill Gates menegaskan, perkiraan 20 tahun tersebut bukan merupakan prediksi pasti. Masa transisi dapat berlangsung lebih cepat atau lebih lama, bergantung pada perkembangan teknologi dan keputusan manusia dalam mengatur laju pengembangan AI.

Ia menilai masyarakat perlu melewati periode penuh gejolak tersebut sebelum kemungkinan memasuki era kelimpahan, ketika AI dan robotika dapat membantu mengatasi kelangkaan barang dan jasa.

Menurut Gates, perkembangan AI dan robotika humanoid pada akhirnya berpotensi membuat mesin mengambil alih berbagai pekerjaan fisik yang saat ini dilakukan manusia.

Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan rumah, produksi pangan, hingga tindakan medis seperti operasi.

Meski demikian, Gates menilai manusia mungkin perlu mempertahankan peran dalam sejumlah aktivitas tertentu meskipun teknologi sudah mampu mengerjakannya.

Ia mencontohkan pengasuhan anak, menyiapkan makanan, seni, dan olahraga sebagai bidang yang tetap dapat melibatkan manusia secara langsung.

Di sisi lain, Gates melihat AI berpotensi memberikan manfaat besar bagi sejumlah sektor, terutama kesehatan dan pertanian.

Namun, dia memperingatkan pemerintah dan masyarakat belum cukup siap menghadapi perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat.

Gates juga mendorong pemerintah memperkuat pengawasan serta menerapkan pengamanan teknis untuk menghadapi risiko yang muncul dari perkembangan AI, termasuk serangan siber dan ancaman biologis.

Mengutip Kompas, perusahaan pengembang AI tidak dapat dibebani sendirian untuk mengelola seluruh risiko tersebut. Pemerintah dan masyarakat juga perlu menentukan bagaimana teknologi itu dikembangkan dan digunakan.

Gates bahkan memperingatkan bahwa dalam skenario terbaik sekalipun, perkembangan AI berpotensi menciptakan salah satu periode paling penuh gejolak dalam sejarah manusia.

“Saya sebenarnya tidak ingin menyampaikan kabar yang mengkhawatirkan seperti ini, tetapi jauh lebih buruk jika kita tidak memberi tahu orang lain bahwa hal ini akan terjadi. Sebagai manusia, kita memiliki pilihan untuk menentukan bagaimana kita akan membentuk masa depan ini,” ujar Gates (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.