03 November 2026

Get In Touch

Aroma Segar atau Intens? Begini Cara Memilih Wewangian yang Tepat

Aroma Segar atau Intens? Begini Cara Memilih Wewangian yang Tepat

SURABAYA ( LENTERA ) - Memilih wewangian ternyata bukan sekadar perkara menemukan aroma yang disukai. Ketahanan, intensitas, karakter wangi setelah beberapa jam, hingga aktivitas yang akan dijalani juga perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan pilihan antara parfum dan body mist.

Keduanya memang sama-sama digunakan untuk memberikan aroma harum pada tubuh. Namun, parfum dan body mist memiliki karakteristik berbeda, terutama dari konsentrasi bahan pewangi dan daya tahan aromanya.

Body mist dikenal dengan aroma yang lebih ringan dan menyegarkan. Produk ini cocok digunakan untuk aktivitas kasual, setelah mandi, maupun ketika membutuhkan kesegaran tambahan di tengah kesibukan sehari-hari. Sebaliknya, parfum memiliki konsentrasi bahan aromatik lebih tinggi sehingga aromanya cenderung lebih intens dan bertahan lebih lama.

Perbedaan tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan pengguna. Saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik, misalnya, aroma ringan bisa menjadi pilihan agar tidak terlalu menyengat ketika tubuh berkeringat.

Community & Strategic Partnership Eloi Coco, Diva Intana Lina, mengatakan body mist lebih sesuai digunakan untuk aktivitas olahraga karena karakter wanginya ringan dan tidak mudah meninggalkan bekas pada pakaian tertentu.

"Karakternya yang ringan membuat body mist cocok digunakan saat olahraga. Kita tahu, kalau baju olahraga cenderung tipis dan materialnya berbeda dengan outfit pada umumnya. Body mist yang disemprot ke tipikal outfit seperti ini tentu tidak akan meninggalkan bekas seperti parfum dengan oil based pada umumnya," kata Diva.

Sementara itu, parfum dengan konsentrasi bahan aromatik lebih tinggi, seperti extrait de parfum, dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan aroma lebih kuat dan tahan lama. Meski demikian, ketahanan wewangian tidak selalu ditentukan oleh tingginya konsentrasi bahan pewangi.

Formulasi, jenis bahan aromatik, kondisi kulit, suhu udara, kelembapan, hingga aktivitas fisik turut memengaruhi daya tahan aroma. Karena itu, klaim tahan lama pada kemasan tidak selalu menghasilkan pengalaman yang sama bagi setiap pengguna.

Mengenali Tingkatan Konsentrasi Wewangian

Perbedaan parfum, eau de parfum (EDP), eau de toilette (EDT), dan body mist terutama terletak pada konsentrasi bahan pewangi di dalam formulanya.

Secara umum, body mist memiliki konsentrasi pewangi sekitar 1–3 persen. Aromanya lebih ringan dan biasanya bertahan sekitar satu hingga beberapa jam sehingga dapat digunakan kembali ketika diperlukan.

Eau de toilette memiliki konsentrasi sekitar 5–15 persen, sedangkan eau de parfum berada pada kisaran 15–20 persen. Adapun extrait de parfum memiliki konsentrasi lebih tinggi, umumnya sekitar 20–40 persen, bergantung pada formulasi produk.

Semakin tinggi konsentrasi bahan aromatik, semakin besar kemungkinan aroma bertahan lebih lama. Namun, angka tersebut bukan ukuran mutlak karena setiap produsen dapat menggunakan formulasi dan komposisi bahan yang berbeda.

Dengan demikian, konsumen sebaiknya tidak hanya terpaku pada istilah parfum atau persentase konsentrasinya. Mencoba produk secara langsung dan memperhatikan perkembangannya setelah beberapa waktu menjadi cara yang lebih tepat untuk mengenali karakter wewangian.

Memahami Perubahan Aroma Parfum

Dalam dunia wewangian, komposisi parfum umumnya dikenal melalui tiga lapisan aroma atau fragrance notes, yakni top notes, middle notes, dan base notes.

Top notes merupakan aroma yang pertama kali tercium sesaat setelah parfum disemprotkan. Karakter citrus, fruity, dan aroma segar lainnya kerap digunakan pada lapisan ini karena memberikan kesan awal yang ringan.

Setelah aroma awal mulai memudar, middle notes atau heart notes akan berkembang. Lapisan ini menjadi bagian penting yang membentuk karakter utama parfum. Aroma bunga seperti jasmine dan lily merupakan contoh bahan yang sering digunakan.

Sementara itu, base notes merupakan lapisan aroma yang muncul pada tahap akhir dan cenderung bertahan lebih lama. Sandalwood, amber, vanilla, dan berbagai aroma kayu sering digunakan untuk memberikan kesan hangat serta mendalam.

Penjelasan mengenai tiga lapisan tersebut juga dikenal dalam kajian formulasi wewangian. International Federation of Societies of Cosmetic Chemists (IFSCC) menjelaskan bahwa perbedaan ketiga lapisan berkaitan dengan tingkat volatilitas bahan aromatik. Top notes lebih mudah menguap, sedangkan bahan pada lapisan dasar memiliki volatilitas lebih rendah.

Itulah sebabnya aroma parfum dapat berubah setelah beberapa waktu. Wewangian yang awalnya terasa segar belum tentu memberikan kesan serupa ketika aroma dasarnya mulai berkembang.

Konsumen disarankan tidak langsung memutuskan membeli parfum hanya berdasarkan aroma saat pertama kali disemprotkan. Berikan waktu agar komposisinya berkembang di kulit sehingga karakter wangi yang sebenarnya dapat lebih mudah dikenali.

Sesuaikan Wewangian dengan Aktivitas

Pemilihan wewangian juga perlu mempertimbangkan waktu dan lingkungan penggunaannya. Aroma segar seperti citrus dan fruity umumnya memberikan kesan ringan sehingga cocok digunakan pada siang hari, terutama ketika cuaca panas.

Sebaliknya, aroma yang lebih dalam seperti oud dan woody dapat menjadi pilihan untuk malam hari atau kegiatan tertentu. Karakter aroma tersebut cenderung memberikan kesan hangat dan lebih kuat.

Diva Intana Lina merekomendasikan penggunaan parfum dengan aroma segar untuk aktivitas siang hari, sedangkan wewangian dengan karakter lebih dalam dapat digunakan pada malam hari.

"Kami merekomendasikan penggunaan parfum beraroma segar seperti fruity, citrus dan sebagainya cocok digunakan pada siang hari atau cuaca panas. Sementara yang memiliki aroma lebih deep seperti oud woody dan sejenisnya cocok digunakan saat malam, karena aromanya cenderung lebih kalem," ujarnya.

Selain waktu pemakaian, jumlah semprotan juga perlu diperhatikan. Penggunaan wewangian secara berlebihan, terutama di ruangan tertutup, dapat mengganggu kenyamanan orang lain. Aroma yang sesuai bukan hanya yang disukai pemakainya, tetapi juga tidak terlalu dominan bagi lingkungan sekitar.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sensitivitas kulit. DermNet New Zealand, sumber informasi dermatologi yang dikelola tenaga medis, menjelaskan bahwa bahan pewangi dapat memicu reaksi alergi kontak pada sebagian orang. Karena itu, pengguna yang memiliki kulit sensitif perlu memperhatikan komposisi produk dan menghentikan pemakaian apabila muncul iritasi.

Inovasi Parfum Sesuai Kebutuhan Konsumen

Kebutuhan konsumen terhadap wewangian yang lebih tahan lama juga mendorong produsen menghadirkan inovasi produk. Salah satu contohnya adalah One Wish Extrait dari Eloi Coco yang dikembangkan dari masukan pengguna terhadap varian One Wish Body Mist.

Produk tersebut memadukan tangerine dan marine sebagai top notes. Pada lapisan middle notes terdapat jasmine dan fresh lily, sedangkan sandalwood, amber, serta vanilla menjadi komposisi base notes.

Diva menjelaskan pengembangan produk tersebut dilakukan untuk menjawab keinginan konsumen yang mengharapkan aroma One Wish dapat bertahan lebih lama.

"One Wish Extrait menjawab keinginan konsumen akan aroma One Wish yang lebih lama. Pengembangan ini menjadi komitmen Eloi Coco untuk terus menghadirkan inovasi berdasarkan kebutuhan dan aspirasi fragrance enthusiast,” lanjut Diva.

Selain formulasi aroma, produk tersebut juga menghadirkan desain kemasan berbentuk mini bag berbahan denim. Kemasan ini mengusung kesan kasual sekaligus fungsional untuk penggunaan sehari-hari.(far,ist/dya)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.