
Sidoarjo- Masih ingat dengan peristiwa pengeroyokan yang menelan korban seorang pria Andre Firmansyah, (22) warga Desa Simo Angin-angin, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo?. Amalia, istri korban saat mengharapkan para pelaku yang telah ditangkap mendapat hukuman setimpal sesuai hukum yang berlaku.
“Saya hanya mau keadilan yang seadil-adilnya untuk suami saya. Mohon pihak yang berwenang untuk melakukannya dengan baik,” kata wanita 25 tahun tersebut kepada lenteratoday.com, Jum’at (7/02/2020).
Dia mengatakan dirinya sudah melihat 3 foto pelaku yang telah ditangkap. “Kemarin hari Rabu (5/2/2020) sore saya membuat laporan,” tambahnya.
Perempuan yang akrab dipanggil Amel ini berterimakasih kepada Polresta Sidoarjo, khususnya unit Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo yang telah menangkap para pelaku. Ia mengungkapkan, selama ini dirinya dan keluarga besarnya terus menunggu informasi perkembangan penyelidikan dari kasus pengeroyokan yang menewaskan suami tercintanya itu.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada unit Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo dan Bapak Kapolresta Sidoarjo. Saya tau sendiri seperti apa perjuangan anggotanya di lapangan selama menangani kasus yang menimpa suami saya. Bagi saya, ini sebuah pelayanan terbaik yang telah diberikan kepada warga masyarakat yang membutuhkan seperti saya,” papar Amel.
Kronologi Pengeroyokan
Amel kemudian bercerita kronologi pengeroyokan sebelum suaminya meninggal dunia di RS Delta Surya Sidoarjo. Insiden itu berawal saat Amel dan suaminya, Andre Firmansyah (korban) mengendarai mobil dalam perjalanan pulang dari kota Malang, Selasa, (17/12/2019) malam.
Dalam perjalanan itu, setibanya di pertigaan Cemengkalang, Sidoarjo, suaminya menyalip sebuah mobil Pajero Putih yang melaju di depannya. “Saat itu, posisi mobil (Pajero) tidak di kiri juga tidak di kanan. Lajunya juga pelan,” ungkapnya.
Saat posisi mobil sejajar, penumpang mobil Pajero membuka kaca mobil. Saat itu Amel mendengar ada teguran keras dari penumpang mobil Pajero. Setelah itu, mobil yang ditumpangi Amel dan suaminya dikejar oleh mobil yang disalip tadi. Drama tersebut sempat membuatnya takut.
“Selepas kawasan Jimbaran, ada sepeda motor dengan dua orang di atasnya yang juga membuntuti mobil saya dan menggedor-gedor,” bebernya.
Dia lantas berinisiatif berhenti di salah satu minimarket (Indomaret) dekat pasar Wonoayu. Maksudnya, mau mencari tempat aman. Tapi saat turun dari mobil, dia sudah disambut oleh sejumlah pengendara motor yang ikut memarkirkan kendaraannya di minimarket itu. Di situlah terjadi pengeroyokan.
“Sebelumnya saya hanya di dalam mobil saja. Ketika meilhat suami saya dikeroyok lebih dari 4 orang, akhirnya saya keluar mobil,” ceritanya.
Amel menyebut, suaminya sempat ditendang dan dipukul di bagian wajah dan tubuh lainnya. Setelah para pelaku kabur, Andre diketahui juga mengalami luka tusukan di perut. “Mas Andre gak bilang kalau kena luka tusuk. Dia hanya bilang kalau dadanya sesak dan minta dibawa ke Puskesmas saja,” ungkapnya sedih.
Di puskesmas, petugas medis mengatakan bahwa suaminya mengalami luka tusuk pada bagian perut dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Delta Surya, Sidoarjo. Nahas, nyawa Andre tidak bisa tertolong.
Selama sebulan lebih, pihak Polresta sudah mengumpulkan bukti dari rekaman CCTV di indomaret serta baju korban yang dikenakan saat kejadian. Tak hanya itu, pihak kepolisian telah melakukan otopsi kepada tubuh korban.
Untuk mengungkap siapa pelaku penusukan korban, polisi juga sudah melakukan pemeriksaan kepada 9 saksi. Mereka antara lain Amel, tukang parkir swalayan, pegawai Indomaret, dan warga yang kebetulan ada di lokasi kejadian.
Rekaman CCTV dikirim ke Labfor Polda Jatim untuk identifikasi pelaku dan nomor polisi dan kendaraan apa yang digunakan. Motif pembunuhan ini juga belum jelas. Namun dugaan kuat sementara, peristiwa itu bermula dari cek cok di jalan raya.
Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo tidak menampik kabar tentang penangkapan tersebut. Namun dia tidak menjelaskan bagaimana detailnya proses penangkapan dan siapa saja yang diamankan dalam kasus tersebut.(pin)