
Surabaya- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, kembali menertibkanpedagang kaki lima yang ada di Pasar Banyu Urip. Namun ada yang berbeda dipenggusuran kali ini. Sebab Satpol PP menggunakan logat madura ketikaberkomunikasi dengan pedagang.
KasatpolPP Surabaya, Irvan Widyanto melakukan dialog langsung dengan bahasa Indonesia,kemudian Camat Sawahan yang merupakan orang asli Madura ini kemudianmenterjemahkan apa yang disampaikan Kasatpol PP itu dengan Bahasa Madura.
“Jadikita memang, ibu wali kota senantiasa memberikan arahan dan ajaran kepada kamiagar mengutamakan persuasif, dialogis dan komunikatif. Jadi ketika melakukansuatu perencanaan terhadap suatu wilayah, kita lebih banyak mengedepankankomunikasi dan pemahaman,” kata Irvan saat meninjau kondisi terkini Pasar BanyuUrip yang buka setiap pagi, Jum’at (07/02/2020).
Alhasil,para pedagang di Pasar dadakan Banyu Urip yang sebelumnya terlihat tak teratur,bahkan mengganggu akses jalan, kini semakin tertib. Bahkan, kata Irvan, ketika waktuakan menginjak pukul 11.00 wib, para pedagang itu dengan senang hati dansukarela membongkar sendiri serta membersihkan meja atau bedak (lapak) merekaseusai berjualan. “Sehingga bisa dilihat sekarang kita bisa menormalisasisaluran,” terangnya.
Menurutnya,penertiban yang dilakukan memang selalu mengedepankan cara-cara humanis sepertiitu. Ketika di suatu wilayah terdapat warga etnis Madura, maka anggota yangbisa berbahasa Madura yang akan berbicara dengan mereka.
“Seperticontohnya kemarin, kebetulan Pak Camat (Sawahan) ini orang Madura, jadi kitasecara spontanitas sampaikan untuk menterjemahkan yang kita sampaikan,”imbuhnya.
Irvanmengakui, pihaknya memang memiliki Tim Khusus yang bisa berbahasa Madura. Nah,ketika pihaknya akan melakukan penertiban di wilayah yang warganya asli orangMadura, maka tim ini yang akan berkomunikasi dengan mereka.
“Memangkita ada tim khusus, ada yang bisa Bahasa Madura, itu memang kita kumpulkan danmereka kita persenjatai dengan megaphone,” jelasnya.
Kendatidemikian, Irvan menambahkan, cara seperti ini sebenarnya sudah lama dialakukan. Namun, karena video saat penertiban di Pasar dadakan Banyu Uripbeberapa hari lalu menjadi viral di media sosial, sehingga hal ini membuatmasyarakat terpukau dan mendukung cara humanis yang dilakukan Satpol PPSurabaya ini. “Sebenarnya tindakan dialogis dan komunikatif seperti ini sudahlama kami lakukan,” pungkasnya. (ard)