05 April 2025

Get In Touch

Kader Posyandu Dapat Uang Transport dan BPJS

Kader Posyandu Dapat Uang Transport dan BPJS

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikanperhatian tersendiri kepada para Kader Posyandu. Mereka telah  membantu mewujudkan program-program kesehatan yangberhubungan langsung dengan masyarakat. Untuk itu, pemkot memberikan tali asihberupa uang pengganti transport bagi mereka.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, FebriaRachmanita mengatakan pihaknya memberikan uang transport kepada seluruh KaderPosyandu. Terhitung mulai detik ini, jumlah Posyandu di Surabaya mencapai 2.800titik dengan jumlah kadernya sebanyak 22.400 orang. Sementara itu, setiapPosyandu terdiri dari delapan orang kader.

“Ini pengganti uang transport bukan honor. Dari jumlah kadertersebut, kami memberikan uang transportasi senilai Rp 30 ribu per bulan.Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan sekali. Jadi transportnya memangsesuai kegiatan sekali saja,” kata Feny sapaan akrab Febria Rachmanita, Jumat(7/2/2020).

Feny menjelaskan, selain pengganti uang transport, Dinkesjuga memberikan BPJS PBI bagi para kader senilai 42 ribu. Bahkan, BPJS PBI itutidak hanya berlaku untuk kader itu sendiri. Namun, berlaku pula untuk satuanggota keluarga yang tergabung dalam Kartu Keluarga (KK).

“Kemudian dikalikan keluarga kader yang ada di KK. Misalnyasatu KK terdiri dari lima anggota keluarga. Maka, berlaku juga untuk limaanggota keluarga. Rp 30 ribu + 210 ribu untuk kader dan keluarganya,” paparnya.

Selama Posyandu berlangsung, kata Feny, ada beberapakegiatan yang dilakukan. Mulai dari penimbangan balita, penyuluhan, pemberianvitamin, pencatatan dan pelaporan bahkan kunjungan jika terdapat balita yangtidak hadir ke Posyandu. “Terakhir melakukan kegiatan emo demo,” jelasnya.

Tidak hanya itu, untuk para pendamping ibu hamil, PemkotSurabaya juga memberikan uang transport Rp. 182.850 dalam setiap pertemuan.Jumlah total pendampingan ibu hamil di Surabaya sebanyak 344 kader. Dalamsebulan, kegiatan pendampingan dilaksanakan sebanyak tiga kali. “Jadi Rp182.850 x 3 hari = 515.637 per bulan sudah dipotong pajak,” ujarnya.

Semua itu dilakukan Pemkot Surabaya karena para kader sudahmembantu dan berkontribusi kepada pemkot, khususnya program bidang kesehatan“Fasilitas yang mereka dapatkan itu, karena mereka berkontribusi dan membantukami di bidang kesehatan,” kata Febria.

Salah seorang kader Posyandu, Laili Nur Widya (51)mengatakan, ia bersama para kader Posyandu lainnya secara ikhlas melakukankegiatan posyandu balita dan lansia. Ia mengaku, segala macam kegiatan sosialtidak melihat jumlah pendapatan yang diperoleh.

 “Buat kami berapapunitu tidak jadi masalah asal kegiatan posyandu tetap dilaksanakan. Otak danpikiran kami hanya ingin berkegiatan sosial mencari KMS (Kartu Masuk Surga),”kata Wiwid sapaan akrab Laili Nur Widya.

Perempuan asal Jalan Pengampon, Kelurahan Bongkahan,Kecamatan Pabean Cantikan Surabaya ini menyatakan, selama dapat membantu oranglain dalam memberikan edukasi terkait kesehatan dan perilaku hidup bersih, makaitulah tujuan utama para kader Posyandu.

 “Jujur ya, kami parakader itu secara ikhlas melakukan kegiatan posyandu balita dan lansia. Apalagiada beberapa kader yang merangkap menjadi kader posyandu balita dan lansia,”pungkasnya. (ard)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.