28 April 2025

Get In Touch

Kejar Target Satu Digit, Mbak Cicha Pantau Program Percepatan Penurunan Stunting

Mbak Cicha ikut memberikan vitamin pada balita yang ada di Posyandu di Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kamis (7/7/22).
Mbak Cicha ikut memberikan vitamin pada balita yang ada di Posyandu di Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kamis (7/7/22).

KEDIRI (Lenteratoday) - Pemkab Kediri berkomitmen menurunkan kasus stunting dengan melakukan berbagai inovasi untuk percepatan penurunan hingga mencapai target stunting satu digit pada 2024.

Inovasi yang dilakukan mulai dari pembentukan Srikandi Biru, yakni kader yang bertugas melakukan pendampingan untuk penurunan stunting, termasuk angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito (Mbak Cicha), menyampaikan kasus stunting saat ini masih berada pada angka 14,1 persen. Berbagai inovasi dilakukan untuk percepatan penurunan stunting, salah satunya pembentukan Srikandi Biru, yakni kader yang bertugas melakukan pendampingan untuk penurunan stunting, termasuk angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

"Program ini setiap ibu hamil mendapatkan pendampingan satu kader PKK," kata Mbak Cicha saat melakukan kunjungan kegiatan Posyandu di Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kamis (7/7/2022).

Kemudian, pendampingan keluarga penyandang masalah melalui kegiatan cegah dan atasi stunting (Centing). Kegiatan ini meliputi gerakan ASI eksklusif, gerakan makan ikan, sayur dan buah serta kegiatan pemanfaatan lingkungan.

Selain itu, ada pula gerakan peduli keluarga yang biasa disebut Garpu Gaspol. Gerakan ini bentuk kolaborasi perguruan tinggi dan fasilitas kesehatan beserta masyarakat untuk mendeteksi dan memberikan pelayanan kesehatan kepada keluarga berisiko stunting.

"Untuk pemenuhan nutrisi kita juga ada program kolam lele keluarga serta penanaman padi biofortifikasi yang mengandung zinc," ungkapnya.

Upaya pencegahan dini risiko stunting dilakukan pemerintah dengan menggandeng kalangan millenial dengan sebutan Cah Kediri cegah stunting. Gerakan ini untuk menurunkan angka perkawinan dini dan meningkatkan sadar gizi pada anak anak di Kabupaten Kediri.

Inovasi yang telah dilakukan itu, diimbangi dengan kegiatan pemantauan di lapangan salah satunya melalui kegiatan posyandu. Sebagaimana dilakukan di Posyandu Bahagia, Desa Doko, Kecamatan Ngasem.

"Hari ini dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Tentu dengan pengukuran ini pertumbuhan anak-anak bisa terpantau," bebernya.

Hasil pantauan yang dilakukan, pertumbuhan anak dinilai bagus, tidak ada yang mengalami keterlambatan pertumbuhan. Kegiatan pemantauan akan terus dilakukan pada kegiatan posyandu di daerah lain. "Kita berharap pertumbuhan anak-anak di Kabupaten Kediri tetap sehat, tidak mengalami stunting," tandasnya.

Selain pengukuran tinggi dan berat badan pada anak, pada kegiatan di Posyandu Bahagia Desa Doko itu dilakukan pula kegiatan imunisasi dan pemberian tambahan makanan bergizi dan vitamin. Termasuk pula kegiatan kelas ibu hamil. (adv)

Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.