SURABAYA (Lentera) -Polrestabes Surabaya mengembalikan 810 unit sepeda motor hasil sitaan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pelanggaran lalu lintas kepada pemiliknya.
Pengembalian dilakukan melalui kegiatan bazar penyaluran barang bukti yang digelar dengan 2 sesi pada 21–23 Januari untuk sesi 1 dan 26–30 Januari 2026 untuk sesi 2. K
epala Polrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, kegiatan yang baru pertama kali digelar ini merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, sekaligus upaya mengurai persoalan menumpuknya barang bukti kendaraan bermotor.
“Curanmor di Surabaya masih cukup marak. Dari upaya penegakan hukum dan razia balap liar dalam dua bulan terakhir, kami berhasil menyita ratusan kendaraan."
"Karena jumlahnya cukup banyak, maka kami gelar event khusus berupa bazar penyaluran barang bukti,” kata Luthfie saat ditemui, Senin (19/01/2026).
Menurut Luthfie, ratusan kendaraan tersebut berasal dari hasil penindakan jajaran Polrestabes dan polsek di wilayah Surabaya. Namun, tidak seluruh kendaraan berasal dari Surabaya.
“Hasil pendataan menunjukkan kendaraan itu tidak hanya dari Surabaya. Ada juga yang berasal dari luar daerah, seperti Banten dan beberapa wilayah lain,” ujar dia.
Selanjutnya, untuk memudahkan pemilik menemukan kendaraannya, Polrestabes Surabaya membuka data nomor rangka dan nomor mesin yang kemudian ditelusuri hingga diketahui identitas pemilik.
Data kendaraan tersebut diumumkan melalui media sosial resmi Polrestabes Surabaya.
“Tidak semua orang hafal nomor polisi kendaraannya. Karena itu kami buka nomor rangka dan nomor mesin, lalu kami cantumkan nama pemiliknya agar bisa mengingatkan yang bersangkutan,” kata Luthfie, dikutip Kompas.
Ia menegaskan, pengambilan motor bagi korban curanmor dilakukan tanpa dipungut biaya.
Pemilik hanya diminta membawa dokumen kepemilikan sah seperti BPKB atau surat keterangan dari pihak leasing apabila kendaraan masih dalam status kredit.
“Ini adalah bentuk layanan kepolisian. Saya katakan kita memberikan layanannya tanpa ada beban biaya apapun. Kami pastikan gratis,” tegas dia (*)
Editor: Arifin BH




