03 March 2026

Get In Touch

Elon Musk Alihkan Misi Mars untuk Membangun Kota di Bulan

Elon Musk Alihkan Misi Mars untuk Membangun Kota di Bulan

SURABAYA ( LENTERA ) - Ambisi Elon Musk untuk membangun koloni manusia di Mars kini dikesampingkan. Pendiri SpaceX mengalihkan fokus perusahaannya ke target yang dinilai lebih dekat realistis, yakni membangun pemukiman di Bulan. 
Dalam pernyataan di platform X, Musk berpendapat bahwa SpaceX akan memprioritaskan pembangunan “Kota yang dapat tumbuh secara mandiri di Bulan.”

Menurut Musk, target tersebut bisa dicapai dalam waktu kurang dari satu dekade, jauh lebih cepat dibandingkan rencana serupa di Mars yang diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun. 

“Prioritas utama adalah mengamankan masa depan peradaban dan Bulan bisa dicapai lebih cepat,” tuls Musk dalam unggahannya.
Musk menjelaskan misi ke Mars hanya bisa dilakukan ketika Bumi dan Mars sejajar setiap 26 bulan dengan waktu perjalanan sekitar enam bulan, sebaliknya peluncuran ke Bulan bisa dilakukan setiap 10 hari dengan waktu sekitar dua hari. 

Namun, Musk tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang dimaksud dengan “kota yang dapat tumbuh secara mandiri” di Bulan, maupun apakah rencana tersebut dapat sejalan dengan program eksplorasi Bulan yang sedang dikembangkan NASA. 

Musk juga menegaskan SpaceX tetap berkomitmen membangun kota di Mars dan akan mulai merealisasikannya dalam lima hingga tujuh tahun ke depan.
Pada Mei tahun lalu, Musk menargetkan SpaceX mengakuisisi perusahaan kecerdasan buatan miliknya. Langkah ini akan menggabungkan dua perusahaan paling ambisius Musk dan membentuk entitas swasta dengan valuasi sangat besar. 

Dalam berbagai pidato di konferensi dirgantara maupun forum internal SpaceX, Musk berulang kali mengemukakan rencana ambisius untuk membangun peradaban manusia di Planet Merah sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kiamat global.

Di sisi lain, NASA justru sejak lama menempatkan Bulan sebagai target utama. Fokus ini semakin menguat sejak masa jabatan pertama Presiden Donald Trump, ketika Wakil Presiden saat itu, Mike Pence, menyatakan AS akan kembali mengirim astronaut ke Bulan pada 2024.

Target tersebut gagal tercapai, dan kini NASA menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada 2028, yang akan menjadi misi pertama sejak program Apollo berakhir pada 1972.
Musk sebelumnya kerap mengkritik program Bulan NASA yang dikenal sebagai Artemis. Pada awal tahun lalu, ia bahkan menyebut Bulan sebagai "gangguan."

"Tidak, kita langsung ke Mars. Bulan adalah distraksi," tulis Musk kala itu di X, dikutip dari CNN.
Perubahan arah Musk ini terjadi di tengah dinamika politik yang juga semakin menonjol dalam beberapa tahun terakhir.

Musk telah menggelontorkan dana sekitar US$290 juta untuk pemilihan presiden AS, mendukung Trump, hingga sempat mendapat jabatan di Gedung Putih sebelum hubungan keduanya merenggang dan kemudian membaik kembali pada akhir tahun lalu. (Ella Alfatika- UINSA, berkolaborasi dalam tulisan ini)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.