27 October 2026

Get In Touch

Kenalkan Motif Kawung Sejak Dini, Anak-Anak Belajar Batik Lewat Melukis Tote Bag

Workshop melukis tote bag bermotif batik Kawung.
Workshop melukis tote bag bermotif batik Kawung.

SURABAYA (Lentera) - Mengenalkan batik kepada anak-anak dapat dilakukan melalui kegiatan seni yang melibatkan pengalaman langsung. Salah satunya melalui workshop melukis tote bag bermotif batik Kawung yang diikuti 15 anak di Ascott Waterplace Surabaya.

Kegiatan hasil kolaborasi Ascott Waterplace Surabaya dengan BINUS SCHOOL Surabaya tersebut berlangsung di The Terrace, lantai Upper Ground (UG). Anak-anak diajak mengenal motif batik sekaligus menuangkan kreativitas melalui perpaduan warna pada media kain.

Dalam kegiatan itu, motif Kawung telah diaplikasikan pada tote bag yang kemudian dihias menggunakan cat akrilik dan kuas. Peserta diberi kebebasan memilih warna serta mengembangkan kreasi masing-masing tanpa meninggalkan motif dasar yang telah disediakan.

Motif Kawung merupakan salah satu motif batik tradisional yang dikenal melalui pola geometris berupa lingkaran atau bentuk menyerupai buah aren yang tersusun berulang dan simetris. Motif ini kerap dimaknai sebagai simbol keselarasan, pengendalian diri, dan kehidupan yang baik, meskipun pemaknaannya dapat berbeda menurut tradisi dan konteks penggunaannya.

Melalui aktivitas tersebut, anak-anak tidak hanya berkenalan dengan bentuk visual batik, tetapi juga belajar bahwa motif tradisional dapat menjadi titik awal untuk menghasilkan karya yang beragam. Mereka dapat mengeksplorasi warna, melatih koordinasi tangan dan mata, serta mengembangkan keberanian dalam mengekspresikan ide.

General Manager Ascott Waterplace Surabaya, Handrian Wijaya, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman kreatif sekaligus mengenalkan budaya Indonesia kepada anak-anak.

“Kami ingin menghadirkan aktivitas yang menyenangkan dan memberikan pengalaman berbeda bagi para tamu. Melalui workshop seperti ini, kami berharap anak-anak bisa berkreasi, menikmati waktu bersama keluarga, sekaligus mengenal budaya Indonesia dengan cara yang menarik,” ujarnya, Senin (26/10/2026).

Ia menuturkan, pengenalan budaya melalui aktivitas kreatif menjadi salah satu cara untuk mendekatkan warisan tradisional kepada generasi muda. "Anak-anak dapat belajar melalui proses mencoba, mengamati, dan menghasilkan karya, bukan hanya melalui penjelasan atau pengenalan teori," tuturnya.

Kolaborasi dengan BINUS SCHOOL Surabaya ini menjadi salah satu bentuk pengenalan budaya melalui kegiatan seni yang melibatkan anak dan keluarga. "Dengan memberikan ruang untuk bereksplorasi, kegiatan semacam ini juga dapat membantu anak membangun kedekatan dengan budaya Indonesia sejak dini sekaligus mengembangkan kreativitas mereka," tutupnya. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.