SURABAYA (Lentera) – Merek kopi asal Kyoto, Jepang, % Arabica, mulai menjajaki pasar Surabaya melalui pembukaan pop-up store di Pakuwon Mall pada 24 Oktober 2026. Gerai sementara ini akan beroperasi selama enam bulan untuk melihat respons konsumen sebelum perusahaan memutuskan membuka gerai permanen di kota pahlawan.
Trainer % Arabica Indonesia, Fransisco Agung Christian Nillu, mengatakan Surabaya dipilih karena dinilai memiliki potensi pasar yang cukup besar. Permintaan masyarakat melalui media sosial juga menjadi salah satu pertimbangan perusahaan untuk menghadirkan merek tersebut di Kota Pahlawan.
“Beberapa masyarakat Surabaya juga berkomentar di Instagram, menanyakan kapan kami buka di Surabaya. Akhirnya, kami memutuskan untuk membuka % Arabica di sini. Kami akan melihat tren pasarnya selama enam bulan. Jika responsnya bagus, kami berencana membuka gerai resmi pertama di Pakuwon Mall juga,” ujar Fransisco saat konferensi pers, Senin (26/10/2026).
Kehadiran di Surabaya menjadi bagian dari ekspansi % Arabica di Indonesia. Sebelum masuk ke Surabaya, merek ini telah memiliki lokasi di Jakarta, Bali, dan Semarang.
Secara global, Fransisco menyebut % Arabica telah memiliki lebih dari 230 gerai di berbagai negara dan kawasan, antara lain China daratan, Singapura, sejumlah negara Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Eropa.
% Arabica didirikan pada 2013 dengan gerai pertamanya di Kyoto, Jepang. Merek ini mengusung filosofi See the World Through Coffee, dengan fokus pada kopi, desain gerai minimalis, dan pengalaman menikmati kopi.
Fransisco menjelaskan, nama merek tersebut cukup disebut Arabica, tanpa perlu menyebut simbol persen yang menjadi bagian dari logonya. Simbol itu terinspirasi dari bentuk buah ceri kopi yang tumbuh di ranting.
“Principal kami ingin membuat logo yang simpel dan elegan. Saat melihat simbol persen di keyboard laptop, bentuknya dinilai mirip dengan buah ceri kopi di ranting. Dari situ muncul ide logonya,” jelasnya.
Sesuai namanya, % Arabica menggunakan kopi arabika sebagai bahan utama produknya. Di Surabaya, pelanggan dapat menemukan beragam pilihan minuman, mulai dari kopi klasik, kopi single origin, hingga menu khas seperti Spanish Latte dan Kyoto Latte.
Kyoto Latte menjadi salah satu menu andalan yang diperkenalkan kepada konsumen Indonesia. Menurut Fransisco, karakter minuman ini mengutamakan intensitas rasa kopi yang tetap terasa, dengan tingkat kepahitan yang tidak berlebihan, serta tekstur creamy dan sedikit rasa manis pada akhir tegukan.
Ia mengatakan, salah satu pembeda Kyoto Latte terletak pada racikan dasar atau base yang dibuat sendiri. Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga karakter rasa produk.
Pengembangan menu tersebut juga mempertimbangkan kebiasaan konsumen di Indonesia. Fransisco menilai, konsumen di Jepang cenderung menyukai sajian kopi klasik seperti cafe latte dan cappuccino, sedangkan Kyoto Latte dikembangkan sebagai menu khas yang dapat dinikmati pasar Indonesia.
Selain Kyoto Latte dan Spanish Latte, gerai ini menyediakan Summer Americano dengan sentuhan citrus, pilihan kopi tanpa kafein, alternatif susu, minuman nonkopi, serta soft cream rasa kopi. Sejumlah minuman dapat dipesan dalam kondisi panas maupun dingin.
Dari sisi harga, Fransisco mengatakan % Arabica menerapkan harga yang sama di seluruh gerainya di Indonesia, termasuk Jakarta, Bali, Semarang, dan Surabaya. "Untuk harga minuman berkisar Rp50 ribu hingga Rp80 ribu, bergantung pada pilihan menu," tuturnya.
Gerai di Pakuwon Mall mengusung konsep kiosk dengan desain minimalis, perpaduan material bernuansa hangat dan elemen putih. Salah satu ciri visualnya adalah jendela berbentuk lingkaran.
Pembukaan gerai sementara ini menjadi tahap awal bagi % Arabica untuk mengukur penerimaan pasar Surabaya. "Hasil evaluasi selama enam bulan akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah berikutnya, termasuk rencana pembukaan gerai permanen," tutupnya. (*)
Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)