05 April 2025

Get In Touch

Cakap Berdigital, Mahasiswa STIKOSA – AWS Dibekali Ilmu Forensik Digital

Cakap Berdigital, Mahasiswa STIKOSA – AWS Dibekali Ilmu Forensik Digital

SURABAYA (Lenteratoday) – Berterbarannya informasi hoax, ujaran kebencian, maupun yang merugikan pengguna media social lain, mendorong hadirnya seperangkat metode penyelidikan untuk melacak konten-konten yang merugikan tersebut.  Metode tersebut salah satunya adalah Forensik Digital.

Melalui kuliah daring mahasiswa semester akhir STIKOSA-AWS, topik Forensik Digital ini menjadi satu pokok bahasan khusus. Salah satu instruktur Media Data Analyst Pelatihan Talent Scouting Academy (TSA), Bagus Winarko, yang memberikan materi kuliah ini, mengatakan Digital Forensic atau forensik digital mempelajari penyelidikan temuan konten digital yang cenderung bermasalah atau berpotensi menjadi kejahatan digital.

“Digital Forensic sangat berguna untuk pengguna internet, yaitu supaya bisa mengetahui jenis-jenis virus, serangan maupun penipuan melalui media digital. Dengan mengetahui hal itu, pengguna digital bisa lebih waspada dan antisipatif terhadap berbagai kemungkinan kejahatan di media digital,” ucap Bagus.

Kuliah daring ini digelar melalui sebuah program kerjasama antara Kementerian Kominfo RI dengan STIKOSA-AWS yang bertujuan memberi bekal  agar mahasiswa makin cakap digital. Media Data Analyst, satu dari sejumlah materi TSA yang diajarkan pada mahasiswa STIKOSA-AWS.

Sedikitnya 10 dosen STIKOSA-AWS terlibat sebagai Instruktur, dari 15 instruktur TSA yang ditunjuk Kementerian Kominfo. Yaitu antara lain Meithiana Indrasari, yang juga Ketua STIKOSA AWS, Jokhanan Kristiyono, Suprihatin, Dwi Prasetyo, Eko Pamuji, Zainal Arifin Emka, Wibawanti Ratna Amina, Ratna Puspita Sari, Riesta Ayu Oktarina, Moch. Arkansyah, dan Adhi Prasnowo.

Selain itu tim pengajar juga datang dari mitra Kementerian Kominfo dan STIKOSA-AWS, diantaranya Bagus Winarko, Putri Pradnyawidya Sari,  Maulina Jayantina, Muhajir Shultonul Azis, dan Astrid Puspita Sari.

Pelatihan TSA diimplementasikan melalui skema  perkuliahan yang setara dengan 20 SKS selama satu semester. Digital Media Forensic atau forensik media digital, adalah bagian dari mata kuliah Media Data Science.

Lebih jauh, Bagus Winarko menjabarkan, tujuan dari mempelajari forensik digital agar pengguna media digital bisa lebih berhati-hati dalam membuat dan menyebarkan konten-konten yang dibuat dan diunggah baik milik sendiri maupun konten pengguna lain.

“Ketika pengguna media digital menjadi korban kejahatan digital, korban bisa mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk memproses melalui jalur hukum,” imbuh Bagus Winarko, yang kesehariannya bertugas di BPSDMP Surabaya.

Forensik digital diperlukan karena biasanya data yang ada di perangkat target yang hendak diforensik telah dikunci, dihapus, atau disembunyikan. Data-data tersebut dapat menjadi alat bukti dalam proses hukum ketika terjadi masalah atau tindak kriminal.

Maka dari itu, rekam jejak digital perlu menjadi perhatian kita semua. Sekalipun dihapus dari perangkat sebagai upaya menghilangkan barang bukti, namun hal itu dapat ditelusuri melalui forensik digital

Reporter : Miranti Nadya, rls | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.