05 April 2025

Get In Touch

Indonesia dan WHO Studi Bersama Penelitian Virus Corona

Ilustrasi Covid-19 (Pixabay)
Ilustrasi Covid-19 (Pixabay)

Indonesiabergabung dalam penelitian serologis global untuk Covid-19 yang dikoordinasikanoleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Studi ini untuk memahamisecara komprehensif tingkat infeksi, kejadian infeksi ringan dan tanpa gejala,serta proporsi antibodi terhadap infeksi SARS-CoV-2 pada populasi umumberdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia untuk memastikan kekebalan populasikumulatif.

Pada awal bulan Juni,Indonesia menyatakan minatnya untuk ikut serta dalam Solidarity II – sebuahplatform kolaborasi global untuk meningkatkan pemahaman ilmiah di bidang studiserologis melalui implementasi WHO Unity Study.

“Deteksi dan penyebaranpatogen pernapasan yang muncul seperti Covid-19 disertai dengan ketidakpastianatas karakteristik utama epidemiologis dan serologis,” menurut dr WiendraWaworuntu, M.Kes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit MenularLangsung, Kementerian Kesehatan. “Kami ingin menilai besarnya masalah danmenyelidiki tingkat infeksi dengan berpartisipasi dalam penyelidikanseroepidemiologis WHO.”

“Sejauh ini, bukti mengenai peran orang dalam fase tanpa gejala dan pra-simptomatik di tingkat global dalam transmisi Covid-19 masih terbatas,” jelas Dr N. Paranietharan, Perwakilan WHO untuk Indonesia dikutip dari laman resmi Kemenkes.

“Berpartisipasi dalamstudi internasional ini adalah cara untuk mendapatkan lebih banyak informasi,untuk memahami tingkat infeksi yang sebenarnya pada populasi umum.” tambahnya.

Di Indonesia, studiseroepidemiologis akan dipimpin secara bersama-sama oleh Direktorat JenderalPencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Badan Penelitian dan PengembanganKesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

Studi ini akan melibatkanpara peneliti multidisiplin ilmu yang berasal dari berbagai institusi akademikdan penelitian, serta para ahli infeksi pernapasan akut, laboratorium rujukanregional, dan otoritas kesehatan di tingkat daerah. WHO memberikan dukunganteknis kepada Kementerian Kesehatan untuk melakukan penelitian dan secarabersama-sama mengadaptasi protokol global Unity Study dengan pengaturan lokaldan karakteristik epidemiologis Covid-19 di Indonesia.

Studi ini diharapkanmelibatkan lebih dari 10.000 peserta dari 17 provinsi dan 69 kabupaten/kota diIndonesia. Uji Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) dan netralisasi akandigunakan untuk mengukur prevalensi antibodi Covid-19.

Partisipasi Indonesiadalam studi serologis global akan berkontribusi tidak hanya pada responskesehatan masyarakat dan pengambilan kebijakan di tingkat nasional, tetapi jugapada pemahaman global tentang seroprevalensi dan tindakan pengendalian.

Tentang WHO Unity Study:
WHO Unity Study adalah serangkaian protokol investigasi awal yang dirancanguntuk mengumpulkan informasi untuk lebih memahami pola penularan, tingkatkeparahan, gambaran klinis, dan faktor risiko infeksi Covid-19. Data yangdikumpulkan melalui studi ini sangat penting untuk menyempurnakan rekomendasi danlebih memahami berbagai aspek dari penyakit ini dan dampaknya terhadapmasyarakat umum (Ist).

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.