03 April 2025

Get In Touch

Bupati Kediri Tesentuh Kisah Adit yang Vakum Sekolah karena Rawat Kedua Orangtua Stroke

Utusan dari empat dinas (Perkim, Dinsos, Dikes dan Dindik) Kabupaten Kediri saat mengunjungi ke rumah Adit di Dusun Kuningan, Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah
Utusan dari empat dinas (Perkim, Dinsos, Dikes dan Dindik) Kabupaten Kediri saat mengunjungi ke rumah Adit di Dusun Kuningan, Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah

KEDIRI, (Lenteratoday) -Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menerjunkan empat dinas langsung untuk membantu keluarga Aditya Daiva Ardhani, seorang anak yang merawat kedua orangtuanya yang tengah sakit.

Keempat dinas yang diterjunkan adalah; Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Kediri.

Dalam kunjungannya, Pemkab Kediri menindaklanjuti apa yang menjadi kebutuhan anak kelas 7 SMP yang kini tinggal di Dusun Kuningan, Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah itu. Sebelumnya, Adit–panggilan Aditya Daiva Ardhani, dan keluarga bertempat tinggal di Kota Blitar.

Adit bersama kedua orangtua, Samini (39) dan Priyanto (48) sebelum lebaran 2024 lalu pindah ke Kabupaten Kediri yang merupakan kampung halaman ibunya. Di usia yang masih 13 tahun, Adit harus merawat kedua orangtuanya yang mengalami stroke hingga terpaksa tidak melanjutkan sekolah.

“Kita menindaklanjuti apa yang diperintahkan Mas Bup (Mas Dhito), pertama kita memastikan keberadaan warga kami. Karena keluarga ini (status kependudukan) masih warga Blitar,” terang Mas Dhito melalui Camat Gurah, Moch. Imron, Senin (13/5/24).

Setelah dilakukan peninjauan lapangan, Adit beserta keluarga menginginkan pindah kependudukan menjadi Warga Kabupaten Kediri sekaligus pindah di SMPN Plosoklaten 1, sekolah terdekat dari rumah yang ditempati saat ini.

Menanggapi keinginan Adit, Dindik tengah mengurus perpindahan Adit agar bisa kembali menempuh pendidikan di sekolah yang diinginkan. Tak berhenti di situ, ke depan, Dindik berupaya memfasilitasi sekolah Adit.

“Dindik memastikan mutasi anak tersebut (Adit) dari SMPN 2 Blitar ke SMPN 1 Plosoklaten. Untuk beasiswa kita usulkan melalui Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA),” terang Kepala Bidang Pendidikan SMP Dindik Kabupaten Kediri, Fadeli.

Dalam kunjungan pagi itu, diketahui kondisi bangunan rumah yang ditempati Adit bersama kedua orangtua kurang layak. Kondisi sebagian rumah tanpa atap, dan beberapa ruang mengalami kerusakan.

Terkait rehabilitasi rumah, Dinas Perkim bekerjasama dengan pihak desa melakukan pembenahan berkala. Menurut Kepala Bidang Kawasan Permukiman, Ainur Rozi waktu dekat aka memperbaiki atap rumah tersebut. “Kita akan koordinasikan dengan pihak desa, prioritas terdekat merehab atap rumah,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut Mas Dhito juga menerjunkan petugas kesehatan untuk mengecek kondisi kesehatan kedua orangtua Adit. Selanjutnya, Pemkab Kediri bakal memberikan pendampingan kesehatan terhadap keluarga tersebut.

Sementara Dinsos dalam kunjungannya langsung memberikan bantuan sembako. Ke depan, kepesertaan jaminan sosial yang dimiliki Adit dan keluarga juga akan dipadankan dengan kota asal setelah dilakukan pemindahan administrasi kependudukan.

“Kita koordinasi dengan Pemkot Blitar dan Kementerian Sosial supaya Adit dan keluarga tetap mendapatkan program bantuan tersebut," ujar Plt Kepala Dinsos Kabupaten Kediri Ariyanto.

Sebagaimana diketahui, kisah Adit yang merawat kedua orangtuanya ini mendapatkan perhatian Mas Dhito. Dengan kondisinya yang masih anak-anak, kisah Adit yang muncul di sosial media pun banyak mengundang simpati publik.

Reporter: Gatot Sunarko|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.