04 April 2025

Get In Touch

DPR Minta Akses Jalan Harus Segera Diperbaiki, Untuk Penyaluran Bantuan Korban Banjir Sumbar

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily - dok DPR
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily - dok DPR

JAKARTA (Lenteratoday) - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus gerak cepat dalam menangani banjir bandang dan longsor yang terjadi di Sumatera Barat (Barat).

Berdasarkan laporan dari BNPB, hingga kini sebanyak 67 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 20 orang hilang. Sementara itu, 37 orang mengalami luka-luka, serta 3.396 jiwa mengungsi.

"Kami desak BNPB segera melakukan langkah cepat tanggap terhadap berbagai kejadian bencana alam, yang terjadi di wilayah Indonesia terutama banjir bandang dan longsor di Sumbar," kata Ace dalam keterangannya, Jumat(17/5/2024).

Ia menyebutkan dampak bencana banjir bandang ini, sangat dirasakan di 3 Kabupaten di Sumbar. Mulai Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Padang Panjang. Pemerintah setempat harus segera memperbaiki akses jalan yang rusak, untuk mendukung upaya penyaluran bantuan.

"Akses jalan yang rusak harus segera diperbaiki, agar penyaluran bantuan tidak terhambat," ungkap politisi dari Fraksi Partai Golkar itu.

BNPB sendiri melaporkan jumlah korban jiwa, akibat bencana banjir lahar di Sumbar mencapai sebanyak 67 orang. Jumlah korban bertambah, setelah tim gabungan pencarian menemukan jenazah warga di sejumlah titik di lokasi terdampak.

"Kami maksimalkan untuk terus melakukan pencarian di samping penanganan darurat yang lain dikerjakan," kata Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, Kamis(16/5/2024).

Saat ini masih terdapat 20 warga yang dilaporkan hilang, akibat bencana banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi tersebut. Selain itu, tercatat ada 44 korban luka-luka yang menjalani perawatan dan 989 keluarga mengungsi sementara di posko darurat karena kediamannya rusak diterpa banjir.

"Kami semua di sini, ada pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota bersatu semuanya bekerja bersama-sama. Termasuk dalam proses pencarian dan evakuasi korban, dimana kami terus lakukan sampai bapak ibu ahli waris mengatakan stop baru kami berhenti," tandasnya.

Reporter:Sumitro/Editor:Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.