04 April 2025

Get In Touch

Pemkot Surabaya Cat Ulang Cagar Budaya di Kawasan Zona Eropa

Proses pengecatan ulang bangunan cagar budaya di situs atau zona Eropa yang berada di Jalan Taman Jayengrono Surabaya
Proses pengecatan ulang bangunan cagar budaya di situs atau zona Eropa yang berada di Jalan Taman Jayengrono Surabaya

SURABAYA (Lenteratoday)- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan revitalisasi di Kota Lama Surabaya sebagai salah satu destinasi wisata dengan melestarikan dan mengoptimalisasikan bangunan cagar budaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, dengan menghidupkan suasana tempo dulu di kawasan Kota Lama Surabaya menjadi destinasi wisata berbasis sejarah.

"Kami ingin menawarkan pengalaman melalui kegiatan wisata yang menarik dan edukatif yang bersinergi bersama seluruh elemen masyarakat termasuk pihak swasta,” kata Eri, Kamis (6/6/2024).

Eri menyebut, jika Kota Lama Surabaya merupakan kawasan yang merekam sejarah panjang perkembangan Kota Pahlawan sejak abad ke-17 hingga ke-20. Pada masa itu, kawasan Kota Lama Surabaya tidak hanya sebagai pusat kota, namun juga sebagai pelabuhan, industri, dan perdagangan yang dihuni berbagai etnik/bangsa. 

“Sehingga kini, Kota Lama Surabaya terbagi menjadi beberapa situs atau zona berdasarkan karakteristik bangunannya, yakni zona Eropa, Pecinan, Arab dan Melayu,” sebutnya.

Smentara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga serta Pariwisata Kota Surabaya (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah menjelaskan, salah satu program adalah melakukan pengecatan ulang bangunan cagar budaya di situs atau zona Eropa.

“Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP), BPBD, dan Satpol PP Kota Surabaya yang melakukan pengecatan pada bangunan, dan kita mendapatkan dukungan dari perusahaan produsen cat untuk material cat,” ucapnya.

Pengecatan ulang itu dilakukan pada lima bangunan cagar budaya di zona Eropa Kota Lama Surabaya. Di antaranya dari gedung PT. Arina Multikarya, gedung PT. Perkebunan Nusantara I regional 4, dan dua bangunan di gedung PT. Tjiwi Kimia yang semuanya berlokasi di Jalan Rajawali, serta Gedung Internatio yang berlokasi di Jalan Taman Jayengrono.

“Melalui kolaborasi dan warna dengan program CSR Let’s Colour, AkzoNobel berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian cagar budaya agar warisan budaya dapat senantiasa terjaga hingga generasi mendatang,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Country Commercial Head, PT. ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia) Yudhy Aryanto mengatakan inilah salah satu bentuk dukungan pengembangan destinasi pariwisata di Kota Surabaya, dalam upaya pelestarian cagar budaya. 

Ia berharap, dengan hadirnya wisata di Kota Lama ini dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Pahlawan, serta membawa dampak positif bagi perekonomian lokal.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.