04 April 2025

Get In Touch

Wujudkan Kota Layak Anak, Pemkot Surabaya Gagas Program ILP hingga Tes Darah Bayi

Ilustrasi anak-anak Surabaya mendapatkan layanan kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu).
Ilustrasi anak-anak Surabaya mendapatkan layanan kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu).

SURABAYA (Lenteratoday)- Guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi anak-anak, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimplementasikan Integrasi Layanan Primer (ILP) dengan pendekatan humanis untuk masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan langkah ini bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat melalui beberapa inisiatif, termasuk pengaktifan kembali Puskesmas Pembantu (Pustu) di setiap kelurahan.

"Pustu ini membina Posyandu Keluarga, yang melayani skrining untuk anak-anak hingga lansia. Dengan mendekatkan layanan, masyarakat diharapkan lebih mudah melakukan deteksi dini kesehatannya. Prinsipnya, tidak menunggu sakit baru berobat," kata Nanik, Senin(24/6/2024).

Nanik menjelaskan, bahwa ILP berfokus pada tiga hal. Yaitu pemantauan wilayah setempat, mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat, dan menyediakan layanan kesehatan sesuai siklus hidup.

"Posyandu Keluarga tidak hanya melayani anak-anak, tetapi juga kesehatan lansia," jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga bekerja sama dengan beberapa rumah sakit dan puskesmas, untuk melaksanakan program tes darah bayi yang dikenal sebagai Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

Program ini wajib dilakukan pada semua bayi yang baru lahir usia 48-72 jam, dengan mengambil sampel darah dari tumit bayi. Tujuannya untuk deteksi dini kelainan hormon tiroid, yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

"Tes darah ini diharapkan bisa mendeteksi secara dini, gangguan tumbuh kembang bayi. Bila terdeteksi ada kelainan, intervensi dapat dilakukan lebih dini sehingga gangguan dapat diminimalisir," ungkap Nanik.

Sementara itu, Isa Ansori dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Jawa Timur memberikan apresiasinya terhadap program ini. Menurutnya, program tersebut menunjukkan bahwa Surabaya melindungi anak-anak dari gangguan tumbuh kembang sejak bayi.

Isa berharap, Wali Kota Eri Cahyadi dapat menyampaikan komitmen ini kepada pemerintah pusat dan negara-negara dunia sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2024.

"Surabaya siap menjadi bagian dari kota-kota di dunia, yang peduli pada persoalan anak-anak," tukasnya.

Diketahui, selain pengobatan, layanan kesehatan di Kota Surabaya juga berupaya mengedukasi masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat untuk optimalisasi tumbuh kembang anak.

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.