05 April 2025

Get In Touch

Kasus Malnutrisi Pada Anak di Gaza Meningkat 4 Kali Lipat

Anak-anak Palestina berkumpul untuk mendapatkan bagian dari makanan amal yang ditawarkan oleh para sukarelawan, di tengah kekurangan makanan, ketika konflik antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas berlanjut, di Rafah, di Jalur Gaza selatan. (REUTE
Anak-anak Palestina berkumpul untuk mendapatkan bagian dari makanan amal yang ditawarkan oleh para sukarelawan, di tengah kekurangan makanan, ketika konflik antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas berlanjut, di Rafah, di Jalur Gaza selatan. (REUTE

KANADA (Lenteratoday) - Kasus malnutrisi pada anak-anak di Gaza melonjak lebih dari empat kali lipat di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan di wilayah kantong Palestina itu.

"Mitra-mitra kami melaporkan lonjakan kasus malnutrisi di kalangan anak-anak di Gaza utara bulan lalu," kata wakil juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Farhan Haq dalam konferensi pers pada Senin (6/8/2024).

PBB mencatat peningkatan lebih dari 300 persen pada Juli atau lebih dari 650 kasus malnutrisi akut. Sedangkan pada Mei, tercatat ada 145 kasus serupa terdeteksi.

Menurut Haq, kondisi gizi di wilayah itu kian parah karena keterbatasan akses, minimnya pasokan air dan kebutuhan pokok, buruknya sanitasi, dan penyebaran penyakit.

Mengutip Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dia mengatakan bahwa pengeboman oleh Israel di wilayah itu terus menelan korban warga Palestina.

"Dalam 48 jam terakhir, tiga sekolah yang menjadi tempat berlindung warga yang terlantar di Kota Gaza dilaporkan terkena serangan, menewaskan puluhan orang," kata Haq.

Menanggapi perintah Israel agar warga Palestina mengungsi dari Khan Younis di selatan dan Rafah di utara, dia mengatakan bahwa PBB menyerukan agar pihak-pihak yang berseteru menghormati hukum kemanusiaan internasional, termasuk melindungi warga dan obyek sipil.

"Analisis baru Pusat Satelit PBB menemukan bahwa hingga sebulan lalu, 63 persen bangunan di Gaza telah rusak," kata Haq. (*)

Sumber : Antara | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.