05 April 2025

Get In Touch

AS Nyatakan Serangan ke Masjid Al Aqsa Tidak Dapat Diterima

Kompleks Masjid al-Aqsa, Yerusalem (Anadolu Agency)
Kompleks Masjid al-Aqsa, Yerusalem (Anadolu Agency)

WASHINGTON (Lenteratoday) - Departemen Luar Negeri AS pada Selasa (13/8/2024) menyebut bahwa penyerbuan terhadap kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur oleh ratusan warga Israel radikal adalah "tidak dapat diterima".

"Biarkan saya mengatakan dengan jelas bahwa Amerika Serikat dengan tegas mendukung pelestarian status quo historis terkait situs-situs suci di Yerusalem," kata Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Vedant Patel kepada wartawan.

Kemudian dia melanjutkan bahwa tindakan sepihak seperti yang dilakukan warga Israel radikal dinilai membahayakan status quo tersebut. Tindakan tersebut dinyatakan tidak dapat diterima.

Pernyataan itu disampaikan setelah pemukim ilegal Israel serta Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir, menteri dari partai Otzma Yehudit Yitzhak Wasserlauf dan anggota Knesset dari Partai Likud Amit Halevi menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa untuk memperingati Tisha B'Av, hari puasa tahunan Yahudi yang menandai terjadinya beberapa bencana dalam sejarah Yahudi.

Bahkan, lanjutnya, tindakan tersebut tidak hanya tidak dapat diterima, tetapi juga mengalihkan perhatian dari apa yang dianggap sebagai waktu yang krusial saat pihaknya bekerja untuk menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata ini.

"(Tindakan) Itu mengalihkan perhatian dari tujuan yang telah kami nyatakan untuk wilayah tersebut, yaitu solusi dua negara, negara Palestina dan negara Israel yang berdampingan, hidup dengan martabat dan harmoni," kata Patel. (*)

Sumber : anadolu/Antara | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.