05 April 2025

Get In Touch

Israel Bombardir Teheran, Kemlu: 392 WNI di Iran Aman

(ilustrasi) Suasana malam di Iran.
(ilustrasi) Suasana malam di Iran.

JAKARTA ( Lenteratoday)- Militer Israel melakukan serangan ke sejumlah kota di Iran. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan, semua WNI yang berada di Iran dalam keadaan aman dan selamat.

"KBRI Tehran telah menjalin komunikasi dengan para WNI untuk memonitor kondisi mereka. Semua dalam keadaan aman dan selamat," menurut keterangan tertulis Direktorat Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI di Jakarta, seperti dilansir Antara, Minggu (27/10/2024).

Menurut keterangan tersebut, jumlah WNI yang tercatat menetap saat ini di Iran berjumlah 392 orang. KBRI Tehran saat ini terus mempertahankan status Siaga II yang telah ditetapkan sejak April 2024.

Kemlu dan Perwakilan RI di Timur Tengah mengamati secara saksama peningkatan eskalasi situasi keamanan di Iran dan negara-negara sekitar pasca serangan udara Israel pada 26 Oktober 2024.

"Serangan Israel tersebut menargetkan pusat-pusat militer Iran di Teheran, Ilam dan Kuzestan," katanya.

Kemlu mengimbau para WNI yang berada di wilayah Iran, Israel dan Lebanon untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian, mengurangi pergerakan yang tidak terlalu penting dan menjauhi lokasi-lokasi yang rawan.

Mereka juga mengimbau agar para WNI mengikuti informasi dan arahan kontingensi perlindungan WNI yang telah disiapkan Perwakilan RI di negara setempat.

Kemlu pun mengimbau secara khusus para WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Iran, Israel, Lebanon, Palestina dan Yaman agar menunda perjalanan mereka sampai situasi dinyatakan aman.

Selain itu, para WNI yang memiliki rencana penerbangan yang melintasi wilayah Timur Tengah diminta untuk mengantisipasi penutupan wilayah udara dan pembatalan penerbangan serta selalu memonitor ketersediaan penerbangan dengan maskapai.

Iran Klaim Berhasil Tangkis Serangan

Diketahui pada Sabtu (26/10/2024) dini hari, Israel melakukan serangan udara terhadap fasilitas militer Iran sebagai balasan atas serangan rudal Iran ke Israel pada 1 Oktober.

Militer Iran mengatakan bahwa hanya sistem radar yang rusak dalam serangan Israel sebelum di Teheran dan provinsi lain. Iran mengatakan pihaknya memprioritaskan gencatan senjata di Gaza dan Lebanon.

"Berkat kinerja pertahanan udara negara yang tepat waktu, serangan tersebut menyebabkan kerusakan terbatas dan beberapa sistem radar rusak," kata staf umum angkatan bersenjata dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah, seperti dilansir AFP, Minggu (27/10/2024).

Iran mengatakan sebagian besar rudal Israel berhasil dicegat. Iran menyebut bahwa pesawat Israel juga dicegah masuk ke wilayahnya.

Staf umum mengatakan Iran akan menanggapi serangan Israel pada saat yang tepat. Iran saat ini memprioritaskan gencatan senjata di Gaza dan Lebanon.

"Sambil mempertahankan hak hukum dan sahnya untuk menanggapi pada saat yang tepat, Iran memprioritaskan pembentukan gencatan senjata yang langgeng di Gaza dan Lebanon," katanya.

Nomor hotline Perwakilan RI Timur Tengah:
KBRI Tehran: +989024668889
KBRI Amman (merangkap wilayah Palestina): +962779150407
KBRI Beirut: +96170817310
KBRI Baghdad: +9647503979642
KBRI Damaskus: +963954444810
KBRI Kairo: +201022229989
KBRI Muscat (merangkap Yaman): +96896000210

Sumber: antara,afp/ Editor: widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.