04 April 2025

Get In Touch

Nasib Direktur RS Kamal Adwan Belum Diketahui Usai Bangunan Dibakar Israel

Serangan Israel di Gaza paksa RS Kamal Adwan berhenti beroperasi (Foto: Anadolu)
Serangan Israel di Gaza paksa RS Kamal Adwan berhenti beroperasi (Foto: Anadolu)

GAZA (Lenteratoday) - Kementerian Kesehatan Palestina mengecam tindakan pasukan Israel yang memindahkan pasien dan staf medis dengan todongan senjata dari Rumah Sakit Kamal Adwan ke RS Indonesia yang rusak pada Jumat.

Menurut kementerian itu, tentara Israel telah menghancurkan infrastruktur RS Indonesia sebelum pemindahan paksa pasien ke sana.

Pada Sabtu, Kemenkes Palestina memperingatkan kondisi kritis yang dialami pasien setelah dipaksa pindah ke RS tersebut.

Sementara itu, informasi yang diperoleh dari Rumah Sakit Kamal Adwanpada, para saksi yang berada di fasilitas tersebut mengatakan bahwa mereka menghadapi pemeriksaan dari tentara Israel. Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera, melaporkan dari Deir el-Balah di Gaza tengah melihat kondisi yang ada saat ini.

"Para saksi juga membenarkan bahwa militer Israel telah melakukan eksekusi lapangan di sekitar (rumah sakit),” kata Abu Azzoum, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu 28 Desember 2024.

Azzoum menambahkan bahwa nasib direktur rumah sakit tersebut tidak diketahui.

Menurut koresponden Al Jazeera, Rumah Sakit Kamal Adwan menjadi saksi eskalasi bertahap dan serangan yang disengaja oleh tentara Israel.

Laporan itu menambahkan bahwa evakuasi paksa dan kebakaran telah memberikan "pukulan yang menghancurkan bagi sistem perawatan kesehatan di Gaza utara yang sudah rapuh".

Malam penuh penderitaan

Malam penuh penderitaan telah dialami para pasien yang dipindahkan secara paksa, yang kini berada dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Indonesia tanpa akses air, listrik, makanan, atau pasokan medis,” kata kementerian itu dalam pernyataannya.

Disebutkan, “hitungan mundur menuju kematian telah dimulai, karena sebagian besar staf medis dari RS Kamal Adwan telah ditahan pasukan Israel.”

Kemenkes Palestina menyerukan organisasi internasional untuk segera turun tangan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Serangan terhadap RS Kamal Adwan telah melumpuhkan fasilitas medis terakhir yang berfungsi penuh di Gaza utara.

Israel melancarkan serangan darat besar-besaran di Gaza utara sejak 5 Oktober dengan dalih mencegah kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menggalang kekuatan lagi.

Namun, warga Palestina menuduh Israel berupaya merebut wilayah itu dan mengusir penduduknya.

Sejak saat itu, bantuan kemanusiaan seperti makanan, obat-obatan, dan bahan bakar tidak diizinkan masuk ke wilayah kantong Palestina itu.

Kondisi tersebut membuat warga Palestina yang masih bertahan di Gaza utara terancam kelaparan.

Agresi Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 45.400 warga Palestina dan menghancurkan wilayah itu sejak 7 Oktober 2023.

Bulan lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant.

Mereka dituduh telah melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga tengah menghadapi gugatan kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya dalam perang di wilayah kantong Palestina itu (*)

Sumber: Antara/MI|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.