05 April 2025

Get In Touch

Malam Tahun Baru di Prancis, Hampir 1.000 Mobil Dibakar dan Ratusan Orang Diamankan

Mobil yang terbakar di salah satu distrik di Prancis pada malam Tahun Baru 2025.(foto:ist/tangkapan layar X)
Mobil yang terbakar di salah satu distrik di Prancis pada malam Tahun Baru 2025.(foto:ist/tangkapan layar X)

PRANCIS (Lenteratoday) - Hampir 1.000 mobil dilaporkan dibakar di Prancis dan sekitar 400 orang diamankan, akibat kembang api dan bentrok pada malam perayaan Tahun Baru 2025 menurut laporan saluran media televisi BFMTV.

Pada malam 1 Januari 2025, total 984 kendaraan dilaporkan dibakar seperti yang disampaikan media mengutip Kementerian Dalam Negeri Prancis. Sebanyak 420 orang ditahan, dan 310 di antaranya dijebloskan ke dalam tahanan.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Bruno Retailleau menyebutkan bahwa banyak insiden terkait peluncuran kembang api, termasuk bentrokan dengan polisi dan petugas pemadam kebakaran.

Di Lyon, seorang gadis berusia dua tahun dilaporkan mengalami luka di wajah dan mata, akibat kembang api yang menyambar kereta anak miliknya.

Dalam insiden lain, satu orang dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis akibat kejadian yang melibatkan kembang api.

Kepolisian Paris menyatakan telah mengerahkan sekitar 10.000 petugas, di wilayah metropolitan Paris selama liburan akhir tahun.

Secara nasional, total 100.000 personel keamanan dikerahkan di seluruh Prancis selama periode tersebut dan ini meningkat dibandingkan tahun lalu sebanyak 90.000 personel.

Langkah pengerahan tersebut, guna mengantisipasi bentrokan dan aksi vandalisme di kota-kota besar.

Beberapa wilayah di Prancis memberlakukan jam malam pukul 22.00 waktu setempat, untuk anak di bawah umur pada malam 31 Desember 2024. Penjualan petasan dan bahan bakar dalam wadah portabel, juga dilarang di sejumlah distrik.

Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau mengimbau para prefek dan petugas keamanan, untuk meningkatkan kewaspadaan selama perayaan akhir tahun. Hal ini disebabkan oleh tingginya ancaman terorisme yang membayangi negara, serta meningkatnya ketegangan internasional.

Sumber: Antara/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.