
JAKARTA (Lentera) - Tiga negara besar Asia, yakni China, Jepang dan Korea Selatan sepakat bekerja sama, menghadapi perang tarif yang akan diterapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sikap tegas China kembali disampaikan menjelang pengumuman kebijakan tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Rabu (2/4) waktu AS.
Menteri Luar Negeri, Wang Yi mengatakan China akan membalas dengan tegas, jika kebijakan tarif tersebut berdampak kepada negaranya. Terlebih, China selama ini membantu AS lewat aliran obat prekursor fentanil.
"Jika pihak AS benar-benar ingin menyelesaikan masalah fentanil, mereka harus mencabut pungutan tarif yang tidak dibenarkan dan terlibat dalam diskusi setara dengan China," kata Wang, seperti diberitakan People's Daily Online mengutip CNN Indonesia pada. Rabu (2/4/2025).
"China tidak pernah tunduk pada politik kekuasaan dan hegemoni, dan jika AS terus menekan bahkan memeras, China pasti akan tegas dalam tindakan balasannya," sambungnya.
Ia kemudian mewanti-wanti AS yang berpotensi memakai fentanil, sebagai dalih untuk memasang tarif dua kali lipat terhadap China. Menurut Wang, dalih itu sangat tidak berdasar, karena berbagai bantuan yang diberikan China kepada AS.
China juga mengklaim selalu memberikan bantuan kepada AS, termasuk tentang fentanil. Bantuan itu pun yang membuat China merasa tidak berhak, diberlakukan dengan buruk oleh AS melalui tarif baru.
Wang kemudian menegaskan komitmen China merawat hubungan China-AS yang stabil, sehat, dan berkelanjutan. Ia pun berharap hubungan itu tetap terjalin dan tak rusak akibat penetapan tarif tersebut.
"Saya berharap AS dapat melihat tren sejarah dengan jelas dan membuat pilihan yang rasional," ungkap Wang.
Presiden Donald Trump bersiap mengumumkan tarif impor baru. Pengumuman itu disampaikan langsung di Gedung Putih pada, Rabu (2/4/2025) sore waktu AS atau Kamis (3/4/2025) pagi waktu Indonesia.
Rencana itu mendapat kecaman dari berbagai negara, termasuk China, Jepang, dan Korea Selatan. Tiga negara besar Asia itu, diklaim sepakat untuk bekerja sama menghadapi perang tarif tersebut.
Menurut CCTV, media sosial yang berafiliasi dengan kantor berita China, ketiga negara telah berdialog ekonomi untuk pertama kali dalam lima tahun demi membahas kebijakan tarif Trump.
Editor: Arief Sukaputra