09 January 2026

Get In Touch

TPID Gelar 54 OPM dan 30 GPM, Inflasi YoY 2025 Kota Kediri Berada di Rentang Target Nasional  

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati meninjau Operasi Pasar Murah (OPM) yang digelar Kejari Kota Kediri.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati meninjau Operasi Pasar Murah (OPM) yang digelar Kejari Kota Kediri.

KEDIRI (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri memastikan laju inflasi tahunan atau year on year (yoy) pada tahun 2025 berada pada angka 2,95 persen, masih dalam rentang target nasional yakni rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen. 

Hal itu berdasarkan data yang dimuat Berita Resmi Statistik, pada Selasa (6/1/2026). Menurut Kepala Bagian Perekonomian Kota Kediri sekaligus sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Bambang Tri Lasmono inflasi yoy yang terjadi saat ini, dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Selain itu lonjakan permintaan juga terjadi pada produk kecantikan.

Capaian ini menunjukkan, bahwa inflasi daerah tetap terkendali berkat berbagai langkah strategis yang telah dilaksanakan bersama TPID Kota Kediri. Ia mengemukakan, berbagai langkah konkret telah dilakukan yakni melalui Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang ditujukan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. 

“Sepanjang tahun 2025 kemarin, Pemkot Kediri telah melaksanakan 54 kali OPM dan 30 kali GPM sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga inflasi agar tetap dalam batas aman,” ungkapnya.

Dalam upaya pengendalian inflasi, Bambang terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kenaikan harga, seperti penimbunan barang, belanja berlebihan, dan panic buying. 

Selain itu, pemerintah juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) terkait pelaksanaan OPM, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terkait pelaksanaan GPM, Perum Bulog Kediri, serta Bank Indonesia Kediri.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan seluruh pihak dan masyarakat atas capaian tersebut. Ke depan, masyarakat kami imbau untuk terus menerapkan pola konsumsi yang bijak guna mempertahankan stabilitas inflasi hingga tahun mendatang,” jelasnya. 

Menurut Bambang, inflasi yang memenuhi target nasional menandakan kondisi perekonomian daerah yang relatif stabil dan terkelola dengan baik.

Memasuki tahun 2026 ini pihaknya terus mengajak masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan, mengutamakan produk domestik, serta menerapkan pola konsumsi yang efektif dan efisien. 

“Dengan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat ini kami sangat berharap semoga stabilitas inflasi di Kota Kediri dapat terus terjaga sehingga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan menuju Kota Kediri MAPAN,” pungkasnya.

 

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.