11 January 2026

Get In Touch

Jumlah SPPG untuk MBG Capai 19.800 unit

Ilustrasi SPPG.
Ilustrasi SPPG.

JAKARTA (Lentera) - Hingga awal tahun 2026 ini, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Makan Bergizi Gratis sudah mencapai 19.800 unit. 

"Alhamdulillah di akhir tanggal 31 Desember 2025, jumlah SPPG telah bertambah menjadi 19.188 dengan jumlah penerima manfaat 55,1 juta. Hari ini sebetulnya jumlah SPPG sudah bertambah menjadi 19.800 tetapi yang melakukan kegiatan serempak itu 19.188," kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, saat melakukan peninjauan ke SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/1/2026).

Dia menandaskan, dari jumlah tersebut, ada SPPG baru belum beroperasi. Sebab dari terbentuk sampai pendanaan masuk ke rekening itu membutuhkan waktu kurang lebih 5-8 hari.

"Sehingga yang terbentuk di Januari itu akan mulai kegiatan akhirnya di sesi kedua," jelasnya melansir antara.

Dalam kesempatan itu, dia mengungkapkan bahwa jumlah SPPG mengalami peningkatan pesat untuk implementasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada 6 Januari 2025 saat baru dimulai ada 190 SPPG dan penerima manfaat sebanyak 570 ribu orang.

Dia kembali menyoroti bahwa Program MBG merupakan langkah yang dilakukan pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi dan menjadi fondasi pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal itu mengingat gizi adalah kebutuhan dasar manusia.

Program itu sendiri menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita serta murid di setiap jenjang pendidikan sampai dengan SMA.

"Selama satu tahun ini kita melihat satu kegiatan yang positif. Memang di sana sini masih ada kekurangan dan kami terus memperbaiki. Di tahun 2026 ini kita akan terus mengejar target 82,9 juta (orang) sambil terus memperbaiki diri untuk sekaligus melakukan sertifikasi akreditasi," tuturnya.

Sebelumnya, BGN mencatat telah memiliki 19.188 SPPG selama periode 2025 untuk mendukung pelaksanaan MBG.

BGN mulai 8 Januari 2026 menjalankan kembali Program MBG secara serentak dan melayani sekitar 55,1 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia. (*)


Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.