09 January 2026

Get In Touch

DPRD Jatim Minta Masyarakat Sikapi Isu Super Flu Secara Rasional

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni.

SURABAYA (Lentera) - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, mengingatkan masyarakat menyikapi isu ancaman super flu dengan kewaspadaan yang rasional dan tidak berlebihan. Ia menekankan pentingnya mengedepankan pendekatan ilmiah dan data kesehatan resmi dalam merespons potensi munculnya varian flu baru.

“Sebagai wakil rakyat, saya mengajak masyarakat Jawa Timur untuk tetap waspada namun tidak panik. Setiap isu kesehatan harus disikapi secara rasional dan mengacu pada data resmi,” ungkap Sri Wahyuni, Kamis (08/01/2026).

Menurut Sri Wahyuni, pengalaman Indonesia dalam menghadapi pandemi sebelumnya menjadi pelajaran berharga bahwa pencegahan merupakan kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit menular. Ia menyebut langkah sederhana namun konsisten, seperti penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker saat mengalami gejala sakit, terbukti efektif memutus rantai penularan.

Dari sisi kebijakan, Sri Wahyuni menyampaikan bahwa DPRD Jawa Timur terus mendorong pemerintah daerah dan dinas kesehatan untuk memperkuat sistem surveilans kesehatan, meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan, serta memperluas edukasi publik yang transparan dan mudah dipahami masyarakat.

Politisi Partai Demokrat itu juga menegaskan pentingnya dukungan penuh terhadap tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan, termasuk ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai serta perlindungan kerja yang layak.

“Tenaga kesehatan adalah garda terdepan. Mereka harus mendapatkan dukungan maksimal agar sistem kesehatan kita tetap kuat dan responsif,” tegasnya.

Selain itu, Sri Wahyuni mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Ia meminta warga hanya mengandalkan informasi dari sumber resmi pemerintah maupun tenaga medis.

“Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, insya Allah Jawa Timur mampu menghadapi tantangan kesehatan apa pun secara tangguh dan berkelanjutan,” pungkasnya.

 

Reporter: Pradhita 
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.