20 January 2026

Get In Touch

Korban Tabrakan Kereta Cepat Spanyol Capai 39 Orang, Terburuk Dalam Lebih dari 1 Dekade

Tangkapan layar dari video menunjukkan petugas darurat bekerja usai kecelakaan kereta api di Adamuz, Spanyol, Minggu (18/1/2026) -AFP
Tangkapan layar dari video menunjukkan petugas darurat bekerja usai kecelakaan kereta api di Adamuz, Spanyol, Minggu (18/1/2026) -AFP

MADRID (Lentera) -Korban tewas akibat tabrakan kereta cepat di Spanyol kini bertambah menjadi 39 orang dan puluhan lainnya terluka.

Gerbong-gerbong kereta tujuan Madrid tergelincir dan menyeberang ke jalur berlawanan, bertabrakan dengan kereta yang datang dari arah berlawanan di Adamuz, dekat kota Cordoba, Minggu (18/1/2026) malam.

Menurut jaringan kereta api, terdapat 400 penumpang dan staf di kedua kereta tersebut, dikutip dari BBC, Senin (19/1/2026). 

Layanan darurat Andalusia mencatat, setidaknya 73 orang dilarikan ke rumah sakit, 24 di antaranya mengalami luka serius, termasuk empat anak.

Tabrakan bingungkan pemerintah dan pakar Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente menggambarkan tabrakan itu sebagai insiden sangat aneh, sementara para pejabat meluncurkan penyelidikan.

Semua pakar perkeretaapian yang dikonsultasikan oleh pemerintah juga mengaku bingung dengan kecelakaan itu.

Operator jaringan kereta api, Adif mengatakan, tabrakan terjadi pada pukul 19.45 waktu setempat, sekitar satu jam setelah kereta meninggalkan Malaga menuju Madrid.

Kereta tersebut tergelincir di jalur rel yang lurus.

Menurut Puente, kekuatan benturan tersebut mendorong gerbong-gerbong kereta kedua ke tanggul. 

Sebagian besar korban tewas dan luka-luka berada di gerbong depan kereta kedua yang sedang melakukan perjalanan dari Madrid ke Huelva.

Jenis kereta yang terlibat dalam kecelakaan itu adalah Freccia 1000 yang dapat mencapai kecepatan tertinggi 400 km/jam.

Puing-puing kereta hancur sulitkan evakuasi

Tim penyelamat menjelaskan, puing-puing kereta yang hancur berantakan membuat sulit untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak di dalam gerbong.

"Kami bahkan pernah harus memindahkan jenazah untuk dapat menjangkau seseorang yang masih hidup. Ini pekerjaan yang sulit dan rumit," kata Kepala pemadam kebakaran Cordoba, Francisco Carmona kepada stasiun televisi publik Spanyol RTVE.

Salvador Jimenez, seorang jurnalis dari RTVE yang berada di salah satu kereta, mengatakan bahwa benturan itu terasa seperti gempa.

"Saya berada di gerbong pertama. Ada saat ketika terasa seperti gempa bumi dan kereta memang tergelincir," ujarnya.

Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan beberapa gerbong kereta api terguling ke samping. 

Petugas penyelamat terlihat memanjat kereta untuk menarik orang-orang keluar dari pintu dan jendela kereta yang miring.

Seorang penumpang tujuan Madrid, Jose, mengatakan kepada stasiun penyiaran publik Canal Sur, ada banyak orang dan teriakan, meminta bantuan dokter.

Layanan kereta Madrid-Andalusia dihentikan

Mengutip Kompas, seluruh layanan kereta api antara Madrid dan Andalusia dihentikan menyusul kecelakaan tersebut dan diperkirakan akan tetap ditutup sepanjang hari Senin.

Iryo, sebuah perusahaan kereta api swasta yang mengoperasikan perjalanan dari Malaga, mengatakan sekitar 300 penumpang berada di dalam kereta yang pertama kali tergelincir.

Sementara, kereta lainnya yang dioperasikan oleh perusahaan milik negara Renfe, membawa sekitar 100 penumpang.

Penyebab resminya belum diketahui. Menurut menteri transportasi, penyelidikan diperkirakan baru akan menentukan apa yang terjadi setidaknya dalam waktu satu bulan.

Badan penanggulangan bencana di wilayah Andalusia mendesak para korban selamat dari kecelakaan untuk menghubungi keluarga mereka atau mengunggah di media sosial bahwa mereka masih hidup.

Pos medis didirikan untuk merawat penumpang yang terdampak dan memindahkan mereka ke rumah sakit. 

Adif mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tempat bagi keluarga korban di stasiun Atocha, Seville, Cordoba, Malaga, dan Huelva.

Palang Merah Spanyol telah mengerahkan layanan dukungan darurat ke lokasi kejadian, sekaligus menawarkan konseling kepada keluarga-keluarga di sekitarnya (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.